RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Pagi itu, Jumat (14/11/2025) waktu masih menunjukkan jam 06.30 Mbah Watinah mematut diri di depan cermin. Udara dingin menusuk tulang.
Warga Dusun Krajan, Desa Salamsari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung itu merapikan kerudungnya- warna hijau toska. Dipadu blouse motif bunga-bunga yang menambah kesan segar menutup badannya yang kurus.
Perempuan 76 tahun itu berusaha tampil rapi dan menarik. Bukan karena hendak kondangan atau berkumpul keluarga besarnya, melainkan akan bertemu dokter spesialis.
Di desa yang berjarak 10-an kilometer dari Kota Temanggung itu digelar layanan Dokter Spesialis Keliling atau sering disebut Speling.
Dokter-dokter spesialis akan melayani warga yang periksa. Speling merupakan layanan kesehatan yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin merealisasikan programnya Ngopeni Nglakoni.
Jumat pagi itu, kegiatan diadakan di Balai Desa Salamsari. Tak lebih dari 500 meter dari rumah Mbah Watinah. Maka, ia menyambut gembira layanan tersebut.
Tak perlu harus ke RSUD Temanggung untuk berobat. Cukup berjalan kaki tiga menit, sampai ke balai desa. Ia juga tak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk periksa dokter.
Mbah Watinah seolah tak sabar untuk segera mendapatkan pengobatan dari dokter. Berjalan perlahan dibantu walker frame bersama cucunya, ia berangkat ke balai desa setempat pada pukul 07.00. Menurutnya, lebih cepat lebih baik biar segera mendapatkan obat yang diperlukan.
"Kulo mriki Krajan, wong mburi niku mung tigang menit. Ngertos wonten pemeriksaan gratis saking kades (saya orang sini, Dusun Krajan, rumah di belakang sana cuma tiga menit (jaraknya). Tahu ada pemeriksaan gratis dari kepala desa),"ungkap Watinah saat ditemui usai mendapat layanan Speling.
Watinah, sudah tiga tahun merasakan nyeri kaki sehingga sulit berjalan. Selama ini, ia harus berobat ke RSUD Temanggung, di pusat kota, yang jaraknya hampir 10 kilometer dari rumahnya. Notabene harus memerlukan biaya untuk transpor berobat ke rumah sakit menggunakan mobil. Ia tak kuat bila harus bonceng sepeda motor.
Maka, ia sangat senang bisa bertemu dokter spesialis penyakit dalam dan pemeriksaan jantung, EKG, tidak jauh dari rumahnya. Menurutnya, program ini mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Terutama bagi warga yang jauh dari fasilitas kesehatan. Terlebih, dokter-dokter spesialis datang secara langsung bertemu pasien di pelosok desa.
“Nggih, seneng niki wong ora adoh. Saiki mung mlaku sak sethitik wes tekan dokter spesialis (ya senang ini tidak jauh dari rumah. sekarang cuma jalan sedikit sudah sampai ke dokter spesialis)," tuturnya sambil memeriksa obat yang telah diberikan petugas.
Watinah bercerita, biasanya ia mengikuti jadwal kontrol di rumah sakit setiap tanggal 18. Itu pun sering tidak dilakukan karena terbentur ongkosnya cukup mahal. Alhasil, nyeri kaki yang dideritanya membuat kesakitan. Bahkan, Watinah kesulitan berjalan dan aktivitas sehari-hari.
"Nek menyang rumah sakit mbayar larang, obate akeh tenan. Ning kene gratis (Kalau ke rumah sakit bayar mahal, obatnya banyak sekali. Kalau di sini gratis)," ujarnya gembira.
Usai mendapat layanan Speling, Watinah menerima obat-obatan lanjutan untuk jantung dan nyeri kaki yang sudah lama dikeluhkan. Meski pemeriksaan dokter berlangsung singkat, Watinah merasa lega bisa menjadi penerima manfaat program Speling.
"Mugi enggal mari. Saiki ora iso mlaku adoh. Ning seneng nek onok sing cedhak koyo ngene (Semoga lekas sembuh. Sekarang tidak bisa jalan jauh. Tapi senang kalau ada layanan dokter dekat seperti ini)," harapnya gembira.
Di Desa Salamsari, layanan Speling yang dibuka meliputi poli anak, poli penyakit dalam, poli obgyn, poli EKG, hingga layanan IVA. Ada 110 warga antusias mengikuti program ini. Mereka rela antre sejak jam 07.00 pagi untuk mendapat pemeriksaan gratis.
Watinah salah satu warga yang terbantu oleh program Speling yang digelar di seluruh Jawa Tengah. Ketua Tim Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Liswati, menjelaskan, Speling di Temanggung mencakup 61 desa lokus yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Program yang berjalan sejak 17 Juni 2025 di Kabupaten Temanggung ini, sudah menjangkau 16 desa dengan total 1.500 hingga 1.600 warga.
“Ini untuk pemerataan layanan kesehatan di pelosok, terutama bagi masyarakat yang sama sekali belum pernah bertemu dokter spesialis,” jelas Liswati.
Ia menyebut, banyak warga di desa tidak memiliki BPJS dan tidak berani berobat karena biaya transportasi dan jauhnya jarak ke kota. Antusiasme warga mendapatkan layanan Speling sangat tinggi.
Speling bukan hanya soal pelayanan maupun obat gratis. Program ini juga menjadi ruang edukasi tentang menjaga kesehatan diri dan pentingnya pemeriksaan rutin.
"Antusiasme warga tinggi, bahkan sampai membeludak. Tapi tim rumah sakit yang ditunjuk maupun kami dari Dinkes tetap melayani. Karena tidak mungkin kami menolak warga yang sudah datang,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan Medis RS Roemani Muhammadiyah Semarang, dr Ridhona Fajarsari, SpKK menambahkan, selain pelayanan kesehatan, rumah sakit juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga. Ia juga terbuka manakala hasil skrining pemeriksaan awal pasien perlu dirujuk ke spesialis tertentu.
"Kami memberikan pemahaman manakala perlu dirujuk, kami arahkan ke faskes pertama dulu untuk dibuatkan surat rujukan. Sehingga pasien akan lebih cepat tertangani. Ini juga mendukung program Ngopeni Nglakoni dari Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah," tambahnya.
Di Kabupaten Temanggung, program Speling diadakan perdana di Desa Malangsari, Kecamatan Bulu, pada Selasa 17 Juni 2025. Melayani hingga 115 warga setempat.
Kala itu, Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung, dr. Achirudin Timora terjun langsung melayani pasien. Ada tiga dokter spesialis dari rumah sakitnya yang diperbantukan dalam Spelling ini. Terdiri dari dokter spesialis obgyn, penyakit dalam, dan spesialis anak.
"Jadwal dokter yang bertugas ke desa ada pembagian tugasnya. Untuk program pemeriksaan Spelling ini gratis karena lebih ke edukasi terkait kesehatan dan penanganan tingkat lanjut mendapat rujukan ke rumah sakit," ujarnya.
Sementara Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap, program ini membantu kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan.
Utamanya untuk warga yang jauh dari fasilitas kesehatan. Menurutnya, program ini terobosan yang baik. Lantaran terjalin kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa.
"Desa yang dipilih ikut program memang yang jauh dari pusat kesehatan. Karena ini memudahkan warga mendapat layanan kesehatan. Dan rutinitasnya nanti ditangani oleh dokter spesialis," tambah bupati yang akrab disapa Agus Gondrong itu.
Diusulkan Jadi Program Nasional
Program speling diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin pada bulan Maret 2025. Sampai saat ini sudah menjangkau 706 desa di Jawa Tengah.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Oktavianus saat meninjau Speling di Boyolali, Rabu (5/11/2025), sangat mengapresisasi program ini. Menurut dia, Speling dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.
Speling yang dilakukan Pemprov Jateng menurutnya lebih lengkap dari program cek kesehatan gratis (CKG). Karena menghadirkan dokter-dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat.
Ketika mengunjungi Speling di Boyolali didampingi Gubernur Ahmad Luthfi, ia menyaksikan langsung ada spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis kandungan, spesialis paru, dan spesialis kejiwaan. Benjamin juga kagum dengan langkah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang mengadakan pelatihan untuk dokter puskesmas dengan narasumber dari dokter spesialis.
Program tersebut sangat membantu karena dokter umum diberikan kursus singkat dari ahlinya mengenai penyakit dalam, penyakit kandungan, dan penyakit membahayakan lainnya.
Tak hanya itu, Benjamin menilai Speling sangat lengkap karena juga melibatkan rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Juga melibatkan dinas dan instansi lain, seperti dikaitkan dengan gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan sosial.
Ini menjadi kolaborasi yang sangat baik. Wamenkes akan melaporkan hal ini pada Presiden Prabowo Subianto sehingga bisa diadopsi untuk daerah lain di Indonesia.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, program Speling selaras dengan Asta Cita Presiden untuk memberikan layanan kesehatan terbaik dan gratis sampai tingkat desa. Speling sasarannya adalah agar masyarakat desa sehat.
"Kalau seluruh desa sehat maka kecamatannya sehat. Kalau kecamatannya sehat, maka kabupatennya sehat. Kalau kabupatennya sehat, berarti provinsinya sehat. Basisnya tetap dari desa,"tandasnya.
Speling juga mampu melacak berbagai penyakit. Antara lain tuberkulosis (TB) yang menggunakan alat portable x-ray. Lalu skrining diabetes, darah tinggi, paru-paru, tumor, infeksi dan beberapa penyakit berbahaya lainnya.
Di Jawa Tengah, Dinas Kesehatan telah meluncurkan program TB Express yang terintegrasi dengan Speling dan CKG. Kegiatan tersebut juga melibatkan seluruh dinas kesehatan di kabupaten/kota. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo