RADARSEMARANG.ID - Coretax yang diklaim akan menjadi sistem inti administrasi perpajakan masih tampak ramai diperbincangkan publik.
Terpantau banyak pengguna mengeluhkan sistem perpajakan Coretax yang menurut mereka masih terdapat berbagai masalah teknis.
Namun, di balik proyek Coretax ini ternyata terdapat tiga perusahaan pengembang utama dan memiliki sisi lain yang bikin tercengang.
Nah, berikut ini profil tiga perusahaan pengembang proyek Coretax yang terlibat dalam pengerjaan sistem inti administrasi perpajakan tersebut;
1. PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia (PwC)
Menurut laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), PwC bertindak sebagai agen pengadaan untuk proyek Coretax dan bertanggung jawab atas proses tender dan pengadaan sistem informasi.
PwC juga dikenal sebagai salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia dan merupakan bagian dari firma PwC Indonesia.
Adapun jaringan firma tersebut mencakup berbagai entitas seperti Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan; PwC Tax Indonesia, dan PwC Legal Indonesia.
Seperti yang dikutip dari laman resminya, sejarah PwC Indonesia dimulai pada 1938 dengan pendirian KAP Drs Tan Eng Oen.
Kemudian mereka berganti nama pada 1965 dan menjalin hubungan dengan PwC pada tahun 1971.
Sebagai bagian dari jaringan PwC Global, PwC Indonesia beroperasi dari kantor pusat di Jakarta dengan menawarkan layanan audit, konsultasi, dan perpajakan.
2. LG CNS - Qualysoft Consortium
Perusahaan ini merupakan kolaborasi antara Qualysoft dan LG CNS dan berlokasi di Equity Tower Lantai 33-G, SCBD, Jakarta Selatan.
Pada proyek Coretax, mereka menyediakan solusi Commercial off the Shelf (COTS) dan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (SIAP).
Menurut laman resmi Qualysoft, perusahaan ini berperan sebagai mitra strategis LG CNS dalam pengembangan aplikasi administrasi pajak besar dengan fokus pada perangkat lunak.
Sementara perusahaan pengembang LG CNS menyediakan infrastruktur dan tim penjaminan mutu.
Adapun Qualysoft didirikan pada 1999 di Wina, Austria, dan LG CNS adalah anak perusahaan LG Group dari Korea Selatan.
3. PT Deloitte Consulting
Sesuai namanya, perusahaan ini menawarkan layanan audit, konsultasi, manajemen risiko, serta pajak dan hukum.
Di Indonesia, layanan ini dikelola oleh beberapa entitas, termasuk PT Deloitte Konsultan Indonesia dan Deloitte Legal Indonesia.
Deloitte Indonesia memiliki lebih dari 80 mitra dan 2.000 karyawan di Jakarta, dan telah meraih sejumlah penghargaan Perusahaan Terbaik.
Pada tahun 2021, Deloitte Indonesia diketahui telah menerima penghargaan WeCare 2021 dari HR Asia Awards.
Di sisi lain, pada 2018 Deloitte Indonesia diketahui pernah terlibat kasus dugaan pembobolan 14 bank.
Kasus tersebut melibatkan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) yang mengakibatkan tiga akuntan publik mereka mendapatkan sanksi dari Kemenkeu.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memahami keluhan pengguna terkait masalah teknis Coretax yang ramai diperbincangkan.
Menurut keterangannya, membangun sistem serumit Coretax dengan lebih dari 8 miliar transaksi tidaklah mudah.
Namun, pihaknya berjanji untuk terus memperbaiki sistem ini agar dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi para wajib pajak di Indonesia.
Editor : Baskoro Septiadi