Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

DeepSeek R1 Terobosan AI Baru yang Guncangkan Dunia dan Amerika Serikat

Falakhudin • Kamis, 30 Januari 2025 | 12:11 WIB
DeepSeek Terobosan AI Baru yang Guncangkan Dunia dan New York
DeepSeek Terobosan AI Baru yang Guncangkan Dunia dan New York

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Teknologi kecerdasan buatan AI China bernama Deepseek R1 menggemparkan industri teknologi dan bahkan Wall Street.

Kemarin, saham-saham di bursa AS turun tajam akibat kemunculan Deepseek.

Bahkan, pembuat chip Nvidia kehilangan nilai pasar hampir US$600 milia. 

Tak hanya itu, DeepSeek juga mengancam aura tak terkalahkan di sekitar industri teknologi Amerika.

Deepseek merupakan model kecerdasan baru yang dikembangkan oleh DeepSeek.

Deepseek sendiri merupakan sebuah startup yang lahir setahun lalu.

Entah bagaimana caranya, teknologi itu berhasil mencapai terobosan yang oleh investor teknologi terkenal Marc Andreessen disebut sebagai “momen Sputnik AI”.

 

Maklum, R1 hampir dapat menandingi kemampuan para pesaingnya yang jauh lebih terkenal, seperti; GPT-4 OpenAI Llama Meta dan Gemini Google tetapi dengan biaya yang lebih murah.

Yang lebih mengejutkan, keberhasilan pengembangan Deepseek ini terjadi saat Amerika Serikat telah berupaya selama bertahun-tahun untuk membatasi pasokan chip AI berdaya tinggi ke China dengan alasan masalah keamanan nasional.

Keberhasilan pengembangan ini membuat DeepSeek terbukti menjadi AI berbiaya rendah dengan chip AI yang dayanya relatif rendah.

 

Kemunculan Deepseek ini tak pelak menimbulkan ancaman.

Maklum, AI adalah teknologi yang boros energi dan memakan banyak biaya.

 

Untuk pengembangan teknologi ini, para pemimpin teknologi paling berpengaruh di Amerika membeli perusahaan-perusahaan pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menyediakan listrik yang diperlukan untuk model AI mereka.

Meta minggu lalu mengatakan akan menghabiskan lebih dari US$65 miliar tahun ini untuk pengembangan AI.

Sam Altman, CEO OpenAI, tahun lalu mengatakan industri AI akan membutuhkan investasi triliunan dolar.

Investasi dibutuhkan untuk mendukung pengembangan chip yang diperlukan untuk memberi daya pada pusat data.

Kehadiran Deepseek yang berbiaya murah, berpotensi mengubah dunia kecerdasan buatan.

 

Profil DeepSeek

Dilansir dari The Associated Press, DeepSeek didirikan pada 2023 di Hangzhou, Tiongkok China, oleh Liang Wenfeng, mantan pendiri hedge fund High-Flyer yang fokus pada perdagangan kuantitatif berbasis AI. 

High-Flyer dikenal karena menggunakan 10.000 chip grafis Nvidia A100 sebelum AS membatasi ekspor chip tersebut ke Tiongkok pada 2022.

Setelah pembatasan itu, DeepSeek menggunakan chip Nvidia H800 yang memiliki performa lebih rendah tetapi tidak terkena larangan ekspor.

 

Dengan pendekatan ini, DeepSeek menunjukkan bahwa pengembangan AI mutakhir tidak selalu membutuhkan perangkat keras paling mahal.

DeepSeek mulai menarik perhatian setelah meluncurkan model AI yang diklaim setara dengan ChatGPT dari OpenAI, namun lebih hemat biaya.

Model terbarunya, R1, dipuji karena kemampuan “reasoning” yang canggih, termasuk menyelesaikan masalah matematika dengan pendekatan ulang.

Salah satu keunikan DeepSeek adalah prinsip open source yang diterapkan, memungkinkan pengembang lain mengakses dan memodifikasi sebagian besar komponennya.

Namun, data yang digunakan untuk melatih model ini belum diungkapkan ke publik.

Stacy Rasgon, analis di Bernstein, menyebut teknologi DeepSeek mengesankan tetapi memperingatkan agar tidak berlebihan dalam menilai dampaknya. 

“Model yang mereka buat luar biasa, tetapi ini bukan sesuatu yang revolusioner,” kata Rasgon.

 

Lennart Heim, peneliti dari Rand Corp, mencatat bahwa kemajuan DeepSeek menunjukkan kemampuan Tiongkok mendekati level teknologi AI AS dalam waktu singkat. 

“Saya dulu berpikir OpenAI adalah pemimpin yang tak tergoyahkan, tetapi DeepSeek membuktikan hal sebaliknya,” ujarnya.

Peluncuran DeepSeek memunculkan perdebatan tentang bagaimana AS seharusnya bersaing dengan Tiongkok dalam teknologi AI. 

Venture capitalist Marc Andreessen menyebut model R1 sebagai “Sputnik moment” bagi AI, merujuk pada peluncuran satelit Soviet pada 1957 yang memicu perlombaan luar angkasa dengan AS.

 

Beberapa analis menilai peluncuran ini memiliki dimensi politis.

Gregory Allen, direktur Wadhwani AI Center di Center for Strategic and International Studies, mengatakan, “Inovasi teknologi ini nyata, tetapi waktunya bersifat politis.”

Menurut Allen, langkah ini mengingatkan pada peluncuran ponsel baru Huawei di tengah diskusi ekspor AS pada 2023, yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa sanksi AS tidak efektif.

Kabar ini turut mengguncang pasar saham, dengan saham Nvidia turun 17 persen pada Senin.

Meski begitu, Nvidia memuji langkah DeepSeek sebagai “kemajuan AI yang luar biasa” dengan memanfaatkan perangkat keras yang sesuai dengan aturan ekspor.

 

Sementara itu, Presiden Donald Trump menyebut keberhasilan DeepSeek sebagai “wakeup call” bagi industri AS. 

Berbicara di hadapan anggota Partai Republik di Miami, ia menegaskan perlunya fokus pada persaingan untuk memastikan AS tetap unggul.

Keberhasilan DeepSeek ini membuktikan bahwa Tiongkok dapat mengejar ketertinggalan dalam pengembangan teknologi AI global dengan efisiensi biaya.  (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#kemajuan DeepSeek #Teknologi kecerdasan buatan AI China bernama Deepseek R1 #peluncuran ponsel baru Huawei #partai republik #teknologi DeepSeek #keunikan DeepSeek adalah #Peluncuran DeepSeek #bursa AS turun tajam akibat kemunculan Deepseek #keberhasilan DeepSeek #Profil DeepSeek #OpenAI Llama Meta dan Gemini Google #Kehadiran Deepseek yang berbiaya murah #DeepSeek juga mengancam aura tak terkalahkan di sekitar industri teknologi Amerika #presiden donald trump