RADARSEMARANG.ID - Apple telah mengeluarkan peringatan serius kepada pengguna iPhone di 92 negara terkait bahaya serangan spyware Pegasus.
Pemberitahuan ini menegaskan pentingnya melindungi privasi dan keamanan data dari ancaman yang signifikan.
Berdasarkan laporan dari TechCrunch belum lama ini, pesan tersebut memberikan peringatan serius kepada pengguna yang mungkin terdampak, dengan menekankan bahwa serangan ini ditargetkan secara spesifik.
Apple mengungkapkan bahwa serangan ini kemungkinan besar ditujukan secara spesifik kepada pengguna berdasarkan identitas atau aktivitas.
Meski demikian, tidak mungkin untuk memastikan dengan pasti saat mendeteksi serangan semacam ini.
Menurut Apple, pihaknya sangat yakin dengan peringatan ini dan meminta pengguna untuk menanggapinya dengan serius.
Pada Oktober 2023, Apple juga memberikan peringatan serupa kepada sejumlah jurnalis dan politisi di India.
Tindakan ini dilakukan setelah kelompok advokasi nirlaba Amnesty International menemukan spyware invasif Pegasus yang dimiliki oleh NSO Group di iPhone beberapa jurnalis terkemuka di India.
Namun, Apple tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab pengiriman pemberitahuan ini.
Mereka menyatakan bahwa, memberikan informasi tersebut dapat membantu pengguna terhindar dari serangan berbahaya yang bisa terdeteksi di masa yang akan datang.
Pihak Apple mengklaim tindakan ini telah menunjukkan kehati-hatian dalam mengelola informasi sensitif terkait keamanan dan privasi pengguna mereka.
Dalam keterangannya, Apple mengatakan “Kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang apa yang menyebabkan kami mengirimi Anda pemberitahuan ini”.
“Karena hal itu dapat membantu penyerang spyware tentara bayaran menyesuaikan perilaku mereka untuk menghindari deteksi di masa depan,” ungkap Apple.
Apple menjelaskan bahwa, serangan spyware tersebut dilakukan oleh pihak bayaran yang sangat canggih dan jarang terjadi.
Menurutnya, hal ini menekankan pentingnya mendeteksi dan merespons secara cepat ancaman bahaya Spyware Pegasus.
Apple hanya mengandalkan informasi dan investigasi intelijen internal untuk mendeteksi serangan semacam ini.
Pihaknya juga memberikan peringatan kepada pengguna yang terdampak dengan tingkat keyakinan tinggi.
Selanjutnya para pengguna diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi menjaga keamanan data privasi mereka.
Editor : Baskoro Septiadi