Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Model AI Meta Tuai Kontroversi, Dituduh Melanggar Hak Cipta Usai Digugat Picu Kesehatan Mental Pengguna

Aris Hariyanto • Selasa, 19 Desember 2023 | 03:49 WIB
Ilustrasi model AI Meta Llama 2 tuai kontroversi.
Ilustrasi model AI Meta Llama 2 tuai kontroversi.

RADARSEMARANG.ID, - Model Artificial Intelligence (AI) generatif milik perusahaan Meta menjadi pusat kontroversi setelah dirilis pada musim panas khususnya pada versi terbarunya, yakni Llama 2.

Walaupun versi awalnya dilatih dengan menggunakan 'bagian Books3 di ThePile', Meta tidak mengungkapkan detail tentang data pelatihan untuk Llama 2.

Menurut data laporannya, Llama 2 dapat mengganggu pasar dan kesehatan mental pengguna AI generatif di perangkat lunak.

Meski demikian, sekelompok penulis terkenal seperti Sarah Silverman dan Michael Chabon menuduh Meta melakukan pelanggaran hak cipta.

Tuduhan tersebut terfokus pada dugaan bahwa Meta menggunakan ribuan buku berhak cipta tanpa izin yang tepat.

Sedangkan buku itu digunakan Meta untuk melatih model bahasa kecerdasan buatannya, seperti Llama, Facebook, dan Instagram.

Tim kuasa hukum Meta telah memperingatkan dengan tegas tentang risiko hukum yang terkait dengan penggunaan buku bajakan untuk melatih model AI miliknya.

Namun, pihak meta diduga tetap melanjutkan pengumpulan data yang menuai kontroversi tersebut.

Kuasa hukum Meta semakin bingung ketika muncul bukti percakapan log yang melibatkan peneliti terkait dengan Meta, yaitu Tim Dettmers.

Dalam log obrolan tersebut sedang membahas tentang pengadaan kumpulan data di server Discord, yanh melibatkan percakapan Dettmers dengan departemen hukum Meta.

Selanjutnya, mereka menyoroti kekhawatiran tentang legalitas penggunaan file buku yang digunakan Meta untuk data pelatihan.

Dalam obrolan itu, peserta sedang berdebat apakah pelatihan data itu dapat dijustifikasi berdasarkan doktrin penggunaan wajar di Amerika Serikat.

Dikutip dari laman JawaPos.com melalui laporan Reuters via Gizmochina, tim hukum telah memberikan peringatan dengan alasan masalah hak cipta yang terkait dengan 'buku dengan hak cipta aktif'.

Dalam kasus ini, terdapat perkembangan terbaru yang mencakup penolakan sebagian gugatan Silverman oleh hakim California bulan lalu.

Keputusan tersebut mendorong penulis untuk berusaha melakukan amandemen terhadap klaim mereka, menunjukkan perkembangan dalam situasi hukum yang sedang berlangsung.

Dampak dari tuntutan hukum ini tidak hanya melibatkan Meta, tetapi juga berpotensi mempengaruhi industri kecerdasan buatan (AI).

Kenaikan biaya pengembangan model AI yang membutuhkan banyak data dapat terjadi karena Jika tuntutan hukum tersebut berhasil.

Penyebabnya oleh kemungkinan perusahaan menghadapi pengawasan yang lebih ketat dan tuntutan kompensasi dari pembuat konten.

Di samping itu, regulasi terbaru di Eropa dapat memaksa para perusahaan AI termasuk Meta, untuk mengungkapkan data yang digunakan dalam melatih model AI mereka, namun dapat menimbulkan risiko hukum tambahan.

Editor : Agus AP
#kontroversi #hak cipta #Facebook #Discord #meta #ai