Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jadi Salah Satu Lintas Tersepi, Ternyata Jalur Kereta Api Tegal-Prupuk Punya Peran Vital Dalam Penyaluran BBM di Eks Karesidenan Pekalongan

Muchammad Nachirul Ichsan • Selasa, 4 Juni 2024 | 19:27 WIB
KA BBM Maos-Larangan
KA BBM Maos-Larangan

RADARSEMARANG.ID - Tegal merupakan salah satu kota yang dilalui jalur kereta api yang menghubungkan banyak kota di Pulau Jawa.

Salah satu jalur yang melewati Kota Bahari adalah jalur kereta api lintas Tegal-Prupuk yang memanjang dari utara hingga selatan Tegal.

Jalur ini pernah menjadi lintas kereta api tersepi di Pulau Jawa bahkan hanya dilewati satu kereta api per harinya.

Namun jalur yang sebagian besar di Wilayah Kabupaten Tegal ini memiliki peran yang vital dalam penyaluran BBM di eks Karesidenan Pekalongan.

Lintasan ini menjadi jalur kereta api ketel BBM Pertamina rute Maos-Larang atau Lamao Tanker yang mengangkut berbagai macam bahan bakar.

Perjalanannya sendiri dimulai dari Stasiun Maos yang berada di Kabupaten Cilacap dan tujuan akhir di Stasin Larangan, Kabupaten Tegal.

BBM hasil pengolahan di Kilang Cilacap akan diangkut menuju Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Munjung Agung, Larangan, Tegal menggunakan kereta api.

Kereta api BBM ini menempuh jarak 140km dengan melalui rute Maos-Kroya-Purwokerto-Prupuk-Tegal-Larangan.

Sebelumnya lintasan angkutan bahan bakar ini mengakhiri perjalanannya di Stasiun Tegal atau di TBBM Slerok, Kota Tegal.

Namun karena alasan efisiensi dan keamanan, dibangunlah depo BBM baru di selatan Stasiun Larangan.

Maka rute kereta BBM berubah yang semula berakhir di Tegal kini lanjut hingga Stasiun Larangan.

Jarak Stasiun Tegal dan Larangan sendiri tidak terlalu jauh dan masih dalam satu petak jalur.

TBBM Larangan sendiri berfungsi sebagai pusat distribusi berbagai jenis bahan bakar ke berbagai wilayah di Eks Karesidenan Pekalongan.

BBM dari kereta api akan ditampung di Tangki depo dan didistribusi ke berbagai kota seperti Tegal, Brebes, Pemalang, hingga Pekalongan menggunakan Truk Tangki.

Selain untuk melayani kereta api BBM, kini jalur Tegal-Prupuk juga digunakan untuk lintasan kereta api penumpang.

Kereta api penumpang seperti Kamandaka, Kamandaka Cilacap, dan Joglosemarkerto menjadi sarana angkutan penumpang di jalur ini.

Sedangkan sepanjang lintas Tegal hingga Prupuk hanya ada satu stasiun yang aktif untuk menaikturunkan penumpang dan persilangan.

Stasiun Slawi menjadi satu-satunya yang aktif di jalur ini yang melayani semua kereta api yang melintas disana.

Jalur ini menggunakan rel tunggal yang dimulau dari Stasiun Tegal memanjang ke selatan hingga Slawi dan Prupuk.

Saat ini Jalur Tegal-Prupuk dikelola Oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop IV Semarang dan Daop V Purwokerto.

Meskipun tak banyak kereta api yang melintas, namun jalur ini punya peran besar dalam kegiatan ekonomi daerah lainnya.

Editor : Tasropi
#Sejarah Tegal #jalur kereta api #kilang cilacap #kereta api indonesia #stasiun larangan #Karesidenan Pekalongan #Jalur KA Tegal Prupuk #pertamina #tbbm tegal #Lamao Tanker #kereta api BBM #Stasiun Tegal