RADARSEMARANG.ID, - Olahraga pacuan kuda belum lama ini telah menarik perhatian masyarakat Indonesia khususnya warga Semarang.
Salah satu yang menarik perhatian olahraga pacuan kuda ini berada di arena Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang.
Arena Pacuan kuda tersebut baru saja menjadi tempat penyelenggaraan event pacuan kuda berskala nasional, yakni Jateng Derby 2024.
Diketahui, banyak penonton dari berbagai daerah yang antusias menonton olahraga Pacuan kuda di event tersebut.
Namun, tahukah Anda, jenis kuda yang digunakan dalam olahraga pacuan kuda ternyata memiliki ciri-ciri tertentu.
Menurut informasi yang diperoleh, jenis kuda yang digunakan dalam olahraga pacuan kuda adalah jenis Thoroughbred.
Kuda Thoroughbred merupakan jenis kuda yang kuat, tangkas, dan sangat cepat, sehingga sering digunakan untuk olahraga polo, balap, dan pacuan kuda.
Meski demikian, kuda Thoroughbred sangat terlatih dalam pergerakan lateral yang cepat dan tajam.
Bentuk postur kuda Thoroughbred juga terlihat gagah dan berotot, dan diketahui telah di kembangbiakkan sebagai kuda pacu.
Selain itu, terdapat ciri-ciri lainnya dari jenis kuda pacu yang digunakan untuk olahraga pacuan kuda.
Ukuran tubuh
Biasanya berukuran besar dengan panjang mencapai satu meter atau lebih dengan berat rata-rata 500 kg, serta memiliki tinggi kurang lebih 157-173 cm.
Warna
Biasanya yang sering dijumpai berwarna cokelat, hitam serta abu-abu dengan aksen bergaris, dan bulunya juga bersih dan terawat.
Mata
Kuda pacu memiliki mata yang besar dengan bentuk bulat atau lonjong, dan terlihat bersinar dengan warna putih atau coklat.
Rambut
Kebanyakan rambutnya halus dan bersih tanpa bercabang atau bengkak dengan panjang mencapai 50 cm atau lebih.
Sifat
Jenis kuda pacu biasanya cerdas, mandiri, setia, dan berani, yang terlihat saat kudanya mudah dilatih untuk mengikuti perintah penunggang.
Di sisi lain, kuda Thoroughbred biasanya memiliki bagian kaki bawah yang berwarna putih, seolah-olah sedang mengenakan kaus kaki.
Kuda pacu tersebut dikabarkan sering dilatih dan dilombakan sejak usia dua tahun, akibatnya hewan tersebut cenderung mudah stres dan rawan mengalami cedera.
Pacuan kuda Tegalwaton tidak hanya menyediakan sarana olahraga dan hiburan, namun dapat juga bepotensi menjadi sumber pemasukan ekonomi daerah.
Dengan demikian, Pacuan kuda Tegalwaton dapat menjadi tempat wisata dengan menciptakan pengalaman unik bagi para pecinta pacuan kuda.
Editor : Agus AP