RADARSEMARANG.ID - Kemenangan 3-0 Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia hari ini (25/1) didasari oleh perbedaan tajam di produktivitas serangan.
Gresik Petrokimia mencatatkan 49 poin spike, jauh meninggalkan Bandung BJB Tandamata yang hanya mencetak 37 poin.
Meski Bandung BJB unggul dalam blocking, tujuh banding enam, variasi serangan yang dimotori Bytsenko dan dan Mitchem mampu menembus celah pertahanan lawan.
Drama set kedua menjadi mentalitas juara Gresik Petrokimia musim ini. Gresik Petrokimia tampil jauh lebih agresif dengan mencetak 49 attack points, unggul signifikan dibandingkan BJB yang hanya mengemas 37 poin serangan.
Momen kunci kemenangan 3-0 terjadi di set kedua yang berlangsung maraton selama 45 menit dengan skor 31-19. Ketangguhan mental Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di poin kritis menjadi pembeda utama.
Oleksandra Bytsenko menjadi bintang lapangan dengan kontribusi lengkap, 16 attack, 1 block, dan 3 service ace. Sedangkan Mediol Yoku meraih 11 poin.
Meski kalah, apresiasi untuk Maradanti Namira (Bandung BJB) yang mencatatkan 5 block points tertinggi di laga ini, menunjukkan pertahanan net Bandung BJB sebenarnya cukup solid.
Persaingan menuju Final Four makin ketat
Dengan hasil ini, Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia nyaman di puncak klasemen sementara dengan 15 poin dari lima pertandingan.
Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan dan sabu bersih 15 poin sempurna tanpa kehilangan satu poin pun di tabel klasemen.
Pertamina Enduro, Bandung BJB Tandamata dan Electric PLN sama-sama mengoleksi tiga kemenangan.
Baca Juga: Hasil Proliga 2026: LavAni Bungkam Surabaya Samator 3-0
Uniknya, Electric PLN ada di peringkat 4 dengan 8 poin, Pertamina Enduro di peringkat 2 dengan 9 poin. Artinya, Electric PLN sering kehilangan poin krusial di set-set penentuan atau menang tipis (3-2).
Livin’ Mandiri dan Popsivo Polwan harus waspada. Dengan dua kemenangan, mereka masih sangat mungkin tergeser jika tidak konsisten.
Sementara Medan Falcons masih berjuang di dasar klasemen dengan hanya 1 poin. PR besar untuk memperbaiki receive dan finishing di putaran berikutnya. (dan)
Editor : Baskoro Septiadi