RADARSEMARANG.ID - Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakui keunggulan wakil Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin di final Hylo Open 2025.
Unggulan keenam itu kalah dua gim langsung 19-21, 18-21 atas Chiu/Wang yang berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu (2/11/2025).
Gim pertama berlangsung ketat. Kedua pasangan saling kejar-kejaran angka. Sabar-Reza tertinggal 8-11 saat interval.
Usai jeda, Sabar-Reza masih kesulitan mengembangkan permainan. Pasangan Indonesia itu kesulitan mengejar poin wakil Taiwan. Di gim pertama Sabar-Reza menyerah 19-21.
Di awal gim kedua permainan Sabar-Reza masih belum berkembang. Mereka tertinggal jauh 0-5.
Sabar-Reza merespoin dengan meraih enam poin berturut-turut dan membuat Sabar-Reza balik memimpin 6-5.
Namun Sabar-Reza gagal meneruskan momentum. Chiu/Wang mampu menyamakan kedudukan menjadi 8-8, dan membuat Sabar-Reza tertinggal 10-11 saat interval.
Usai jeda, Sabar-Reza tak mampu mengejar. Ganda putra non-Pelatnas itu harus menyerah 18-21 dan gagal menjadi juara.
Sabar Karyaman Gutama mengungkapkan rasa campur aduk usai gagal meraih gelar juara di Hylo Open 2025. Ia mengaku sedih karena kembali harus puas sebagai runner-up, namun tetap bersyukur atas pencapaian mereka selama tur Eropa.
Sabar menilai Chiu/Wang tampil sangat baik dengan serangan yang agresif dan permainan drive yang sulit diimbangi, sementara dirinya dan Reza sudah berusaha memberikan yang terbaik meski tidak dalam kondisi fisik 100 persen fit.
Baca Juga: Singkirkan Unggulan Pertama, Sabar-Reza Lolos ke Semifinal Hylo Open 2025
“Mixed feelings, satu sisi sedih karena lagi-lagi harus jadi runner up tapi di sisi lain kami bersyukur bisa menjalani tur Eropa ini dengan cukup baik walau dengan kondisi yang tidak 100 persen fit,” ujar Sabar Karyaman Gutama.
“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin hari ini tapi lawan bermain dengan baik terutama sisi penyerangannya jadi kami terus tertekan. Bola drive mereka juga tidak bisa kami imbangi. Selamat untuk Chiu/Wang,” tambah Moh Reza Pahlevi Isfahani. (dan)
Editor : Baskoro Septiadi