Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mulai Hobi Berolahraga, Coba Lakukan 7 Macam Gerakan Peregangan Ini

Tasropi • Jumat, 10 Mei 2024 | 20:52 WIB
Kolase Gerakan Peregangan
Kolase Gerakan Peregangan

RADARSEMARANG.ID, MENJALANI rutinitas sehari-hari kadang mendatangkan kejenuhan dan stres tersendiri.

Oleh karena itu rutinitas sehari-hari perlu jeda agar ada penyegaran. Jeda itu berupa aktifitas di luar kebiasaan.

Aktifitas ini baik dilakukan di hari libur maupun di waktu senggang di luar tugas dan pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: Ini Dia Rekomendasi Smartwatch yang Cocok Buat Nemenin Kamu saat Olahraga!

Olahraga menjadi aktifitas yang tepat bagi Anda untuk menghilangkan stres dan kebosanan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Untuk memulai hobi berolahraga adakalanya kita perlu komitmen agar bisa konsisten.

Dimana tujuan akhir dari hobi berolahraga adalah tubuh yang semakin bugar dan sehat, sehingga mampu menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih semangat.

Salah satu strategi dalam memulai hobi berolahraga adalah dengan melakukan peregangan yang benar.

Peregangan otot atau stretching biasanya merupakan bagian dari pemanasan dan pendinginan bagi orang-orang yang berolahraga.

Stretching dapat meningkatkan rentang gerak, fleksibilitas, sirkulasi, dan keberhasilan dari seluruh latihan Anda.

Jenis olahraga yang berbeda membutuhkan jenis stretching yang berbeda juga.

Berikut ini adalah jenis peregangan otot sesuai dengan sifatnya : 

1. Stretching statis

Ini adalah jenis peregangan yang dilakukan dalam posisi yang cukup menantang, namun nyaman dalam jangka waktu tertentu, biasanya berkisar antara 10-30 detik.

Jenis peregangan ini bahkan dipercaya mampu meningkatkan panjang, kekuatan, dan kelenturan otot tubuh seseorang di bagian yang dilatih.

Peregangan statis umumnya sering dilakukan sebagai gerakan pendinginan setelah selesai berolahraga.

Baca Juga: Pentingnya Sehat dengan Berolahraga, Badan Sehat, Belajar Jadi Giat

Dengan melakukan gerakan peregangan statis, otot-otot tubuh akan dipaksa meregang secara maksimal sehingga mencapai batas nyeri.

Inilah yang pada akhirnya bisa menghindarkan Anda dari rasa nyeri setelah berolahraga.

Contoh-contoh peregangan statis umumnya mudah dilakukan bagi Anda yang masih pemula.

Misalnya, Anda bisa mengangkat siku kiri ke belakang, kemudian menarik siku tersebut dengan tangan kanan dari belakang.

Begitu pula sebaliknya ketika menarik siku kanan dengan tangan kiri.

Gerakan lain misalnya menarik lutut ke arah perut, bisa dilakukan dengan berdiri maupun duduk di atas matras. Lutut kanan dan kiri mendapatkan porsi yang sama.

 

2. Stretching dinamis

Ini adalah peregangan yang dilakukan dengan bergerak melalui berbagai tantangan, tetapi nyaman untuk digerakkan berulang kali, biasanya hingga 10-12 kali.

Meskipun dinamis, peregangan ini memerlukan koordinasi yang lebih tinggi dibandingkan peregangan statis.

Gerakan tubuh dalam peregangan dinamis biasanya dilakukan dengan berirama.

Gerakan dari jenis peregangan ini umumnya berfokus pada pangkal persendian hingga berefek pula ke otot yang ada di sekitarnya.

Biasanya, gerakan-gerakan pada peregangan dinamis kerap dipakai sebagai pemanasan sebelum memulai gerakan inti olahraga.

Banyak contoh peregangan dinamis yang bisa saja sebenarnya telah Anda lakukan sehari-hari.

Misalnya ketika Anda memutar lengan secara berulang atau berlari-lari kecil di tempat, maka Anda telah melakukan peregangan dinamis.

Gerakan melompat secara berulang sampai melenturkan otot leher dengan menggerakkan kepala ke atas ke bawah juga merupakan contoh peregangan dinamis.

Peregangan ini sangat digemari oleh atlet, pelatih, instruktur dan terapis fisik karena manfaatnya dalam meningkatkan rentang fungsional gerak dan mobilitas dalam olahraga dan kehidupan sehari-hari.

 

3. Stretching aktif

Ini adalah peregangan otot yang melibatkan melibatkan kontraksi otot yang bertentangan dengan bagian otot yang hendak Anda lemaskan.

Peregangan aktif dapat dilakukan tanpa bantuan alat ataupun bantuan orang lain.

Jenis peregangan ini bisa dibilang sangat menantang karena Anda memerlukan kekuatan otot yang diperlukan untuk menghasilkan peregangan yang diharapkan.

Peregangan aktif dapat sangat menantang, karena kekuatan otot diperlukan untuk menghasilkan peregangan, namun ini berisiko rendah, karena Anda mengandalkan kekuatan sendiri.

Salah satu contoh peregangan aktif adalah mencoba meluruskan kaki ke atas dalam posisi tidur telentang.

Untuk menghasilkan peregangan di bagian kaki yang diluruskan tersebut, Anda memerlukan kekuatan otot panggul dan otot kaki lainnya yang berfungsi sebagai penopang.

Dengan peregangan aktif, Anda mengendurkan otot yang akan Anda regangkan dan bergantung pada otot lainnya untuk memulai peregangan.

4. Stretching pasif

Maksudnya pasif di sini adalah Anda menggunakan semacam bantuan dari luar untuk membantu Anda mencapai peregangan.

Bantuan ini bisa jadi merupakan berat tubuh kita, tali, gravitasi, orang lain, atau perangkat peregangan.

Dengan peregangan pasif, Anda dapat mengendurkan otot dan mencoba melakukan peregangan, dengan bergantung kepada kekuatan eksternal untuk menahan Anda.

Anda biasanya tidak harus selalu bekerja dengan sangat keras dalam peregangan ini, namun selalu ada risiko bahwa kekuatan eksternal akan lebih kuat dari Anda, sehingga itu dapat menyebabkan cedera.

5. Peregangan Isometrik

Sebuah gerakan dianggap sebagai peregangan isometrik apabila melibatkan daya tahan sekelompok otot di area sekitar otot yang ingin ditegangkan.

Ini merupakan jenis peregangan yang kerap mengembangkan gerakan peregangan pasif dan aktif secara bersamaan.

Peregangan isometrik dinilai sebagai jenis peregangan yang paling efektif untuk meningkatkan jangkauan sendi.

Terkait keamanannya sendiri, Anda tidak perlu meragukan jenis peregangan yang satu ini.

Selain itu, melakukan peregangan isometrik juga ampuh memperkuat ligamen dan tendon sehingga fleksibilitas bagian-bagian tersebut senantiasa terjaga.

Contoh peregangan isometrik adalah ketika Anda mencoba mengangkat kaki tinggi-tinggi, kemudian mencoba menggerakkan ke arah kaki yang berlawanan.

Dari gerakan itu, akan timbul peregangan maksimal terhadap kaki yang sedang diangkat.

6. Peregangan Balistik

Peregangan balistik merupakan jenis peregangan yang sering dilakukan oleh para atlet.

Jenis peregangan ini memiliki manfaat untuk meningkatkan kekuatan otot dan rentang gerak sehingga mampu menambah performa atlet untuk berlari, melompat, ataupun menendang.

Peregangan balistik pun kerap dijadikan gerakan pemanasan sebelum memulai olahraga.

Namun, peregangan ini dikhususkan untuk olahraga-olahraga yang membutuhkan gerakan dinamis dan kecepatan, seperti sepak bola, aerobik, dan bola basket.

Gerakan balistik sendiri agak mirip dengan contoh peregangan dinamis, tetapi dengan gerakan yang lebih menyentak.

Sebagai contoh, Anda bisa berdiri dengan tangan dan kaki, kemudian menyentakkan kaki ke arah belakang secara satu per satu secara berulang.

7. Peregangan Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF)

Jenis stretching ini merupakan peregangan kombinasi. Karena peregangan PNF merupakan gabungan dari gerakan peregangan statis, pasif, dan isometrik.

Tujuan utama dari jenis peregangan ini sendiri adalah menambah tingkat fleksibilitas.

Peregangan PNF dinilai sebagai peregangan yang paling efektif dalam meningkatkan fleksibilitas sekaligus kekuatan otot.

Namun, yang harus diperhatikan adalah peregangan jenis ini umumnya mesti mendapat bantuan dari pihak ketiga, terutama orang lain, untuk menambahkan kekuatan.

Anda pun harus bersiap dengan risiko cedera yang lebih besar yang mengintai Anda.

Editor : Tasropi
#Peregangan Otot #rutinitas #Kelenturan Otot #hobi olahraga