Gadis kelahiran kelahiran 2 Desember 2001 ini mengaku, pada 2021 saat melihat di Instagram ada pembukaan Pemilihan Duta Genre Kabupaten Magelang, tanpa pikir panjang langsung mencoba mendaftar. Namun, karena belum rezekinya, ia gagal lolos. Hal ini sempat membuatnya sedikit down.
“Tapi berjalannya waktu, saya berpikir mungkin kegagalan kemarin merupakan kesuksesan yang tertunda. Jadi, saya kembali mencoba di Pemilihan Duta Genre Kota Magelang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Di Pemilihan Duta Genre Kota Magelang, ia meraih juara influencer. Sejak itu, Fani menjadi ketagihan. Ia pun mendaftar di Pemilihan Duta Inspirasi Jateng 2022, Putri Hijab Jateng 2022 dan ikut menjadi ambassador favorit tourism within Indonesia. “Sebenarnya masih banyak list yang ingin saya ikuti, namun saya tunda dulu,” kata putri pasangan Hasta Pamungkas dan Yanti ini.
Alasannya, karena mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar (Untidar) Magelang ini tengah fokus mengerjakan skripsi.
“Sekarang sudah semester akhir, fokus menyelesaikan skripsi dulu,” ucap gadis yang aktif di BEM KM Untidar ini.
Fani sendiri berkeinginan menjadi seorang guru yang ditempatkan di daerah 3T (terluar, terdepan dan tertinggal). Itu akan menjadi sebuah pengalaman dan pengabdian diri untuk masyarakat.
“Bisa membuat orang-orang senang dan bahagia, bisa juga membuat kita ikut bahagia. Ini yang mengubah saya awalnya tidak tertarik profesi guru, sekarang menjadi suka,” ujar gadis yang sekarang masih menjalani PPL (praktik pengalaman lapangan) ini. (rfk/aro) Editor : Agus AP