Lurah Jatisari Agus Santoso menjelaskan, Jatisari mempunyai potensi wilayah Kampung Tematik Jajanan di RW 2 yang saat ini sudah berjalan. Selain itu, terdapat lahan eks bengkok di RW 4 yang dipergunakan untuk wisata. Dengan modal awal dana Rp 160 juta murni swadaya masyarakat, diharapkan bisa menghidupkan perekonomian ketika awal pandemi.
Dijelaskan lebih lanjut, awalnya salah satu warga yang bernama Khabib ingin menghidupkan UMKM di RW 4 karena dampak pandemi pada Maret 2020. Kini, telah ada 28 pelaku UMKM yang bergabung. Bahkan, mereka mendirikan bazar di sekitar lingkungan tersebut. "Sehingga bisa ramai dan perekonomian jalan," kata Agus.
Ia menjelaskan, pada tanah eks bengkok dibangun spot foto yang bagus. Masyarakat sekitar secara bersama-sama mengerjakan bareng tempat ini. "Jadi mereka guyub, dan dilakukan secara swadaya," katanya.
Ia menambahkan, di sekitar Masjid Jami' banyak pelaku UMKM sudah mulai menggeliat. Namun dalam berusaha mereka ditekankan untuk tetap menaati prokes. Dalam penanganan covid-19, pihaknya memberikan alat cuci tangan.
Bahkan, hingga kini mereka mewanti-wanti warga agar selalu menaati protokol kesehatan. Dan yang terbaru, terdapat scan barcode Peduli Lindungi di kantor Kelurahan Jatisari. "Seperti saat pelayanan di kelurahan, kalau tidak memakai masker, tidak kami kasih," katanya. (fgr/ton) Editor : Agus AP