Para pemuda tersebut dibina bersama-sama dalam hal pengembangan bisnis. Terdiri dari pemuda yang telah memiliki usaha, ataupun yang baru merintis. Mereka minimal sudah enam bulan menjalankan usaha. Mereka menuliskan tiap materi untuk produknya dalam kertas memo. Berupa pencarian customer segmen, problem dari customer segmen, solusi, hingga pengembangan produk. Mulai dari kualitas hingga packing dan pemasaran.
Memo-memo tersebut dikumpulkan dan ditempel pada space yang telah disediakan. Hal tersebut untuk mengukur materi yang telah disampaikan. Hingga sesi akhir, terdapat 26 pemuda yang menjalani wisuda. Tiga wisudawan terbaik mendapatkan bantuan permodalan hingga jutaan rupiah. Ketiganya adalah Muhammad Farhan, Ade Shofa Novrina dan Hamzah Ma'arif.
Pada wisuda tersebut peserta membawa produk yang dimiliki. Seperti masker, tas, batik, kerudung, dan berbagai cemilan. Ada kerupuk, kue kering, kebab mi, dan produk minuman.
"Indonesia saat ini sangat gencar meningkatkan ekonomi mikro, karena ekonomi mikro ini yang sangat berpengaruh dalam perputaran ekonomi di Indonesia. Langkah pemerintah ini menumbuhkan ekonomi dari ujung dengan menugaskan BUMN di seluruh Indonesia membangun Rumah-rumah BUMN," ujar Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara dalam acara tersebut Rabu (30/9/2020).
Acara tersebut juga dihadiri GM Telkom Witel Pekalongan Nanang Setiyo Utomo dan Evp Divisi Business Service Telkom Syaifudin. Inkubasi milenial juga menjadi salah satu proyek percontohan. Bakal diduplikasi untuk Rumah BUMN lain, di Sindereng Rappang, Sulawesi Selatan dan Tarakan, Kalimantan Utara. Hal tersebut sebagai pengembang Rumah BUMN dari sebelumnya hanya menggandeng UMKN, kini juga melakukan pembinaan pemuda milenial. Agar bisa menjadi bos muda.
Pembinaan dilaksanakan secara bertahap, ada delapan modul yang harus diikuti para peserta. Sehingga pelatihan tidak hanya berjalan satu kali, melainkan berkelanjutan seperti mengikuti perkuliahan. Peserta dari tingkat SMA hingga kalangan mahasiswa antusias mengikuti tiap kelas yang digelar.
Salah satu peserta, Farhan sangat terbantu dengan adanya inkubasi. Bisa mengembangkan pemikirannya untuk memecahkan masalah dari problematika dunia bisnis. "Aplikasi-aplikasi yang diberikan juga sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis," ujarnya. (yan/adv/lis/bas) Editor : Agus AP