RADARSEMARANG.ID – Nama Daniel Roken Saputra Tampubolon kembali menjadi sorotan utama di bursa transfer Liga 2 musim 2026/2027 setelah resmi diumumkan sebagai rekrutan anyar PSMS Medan.
Kepindahan winger berusia 27 tahun tersebut langsung memantik perhatian publik sepak bola nasional, khususnya para pendukung setia Ayam Kinantan yang sudah lama menantikan hadirnya pemain berpengalaman untuk memperkuat ambisi promosi ke Liga 1.
Kedatangan Roken ke PSMS Medan tidak sekadar menambah opsi di sektor sayap, tetapi juga membawa narasi besar tentang pemain yang kerap dikaitkan dengan “pembawa hoki promosi”.
Dalam beberapa musim terakhir, ia tercatat beberapa kali menjadi bagian dari tim yang sukses naik kasta dari Liga 2 menuju Liga 1. Catatan itu membuat namanya terus diperbincangkan
Baca Juga: Update Jadwal Pencairan TPG SKTP Mei 2026, Guru Wajib Cek Info GTK Ini
setiap kali bursa transfer dibuka, karena banyak klub menilai kehadirannya bukan hanya soal kualitas individu, tetapi juga faktor pengalaman dalam situasi krusial perebutan tiket promosi.
Pengumuman resmi PSMS Medan dilakukan dengan cara yang cukup unik dan kreatif melalui media sosial klub. Dalam video yang dirilis, terlihat dua suporter sedang bermain catur sambil membahas rumor kedatangan pemain baru.
Suasana kemudian berubah ketika Roken tiba-tiba muncul mengenakan jersey hijau kebanggaan PSMS. Momen tersebut langsung menjadi viral di kalangan suporter karena dianggap berbeda dari cara pengumuman pemain pada umumnya, sekaligus memperkuat citra PSMS sebagai klub yang dekat dengan basis pendukungnya.
Dalam video tersebut, Roken juga menyampaikan sapaan yang langsung menyentuh hati para pendukung. Ia berbicara dengan logat khas Medan yang menunjukkan kedekatannya dengan akar budaya Sumatera Utara. “Iyalah, udah gak sabar lagi awak bela kampung halaman awak ni bah,” ucap Roken.
Pernyataan singkat itu segera menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan Bobotoh PSMS maupun pecinta sepak bola nasional.
Banyak pihak menilai bahwa kepindahan ini bukan sekadar transfer biasa, melainkan momen emosional seorang pemain berdarah Batak yang akhirnya kembali atau setidaknya berlabuh di klub yang memiliki kedekatan historis dengan identitas daerahnya.
Meski lahir di Bekasi pada 5 April 1999, Roken diketahui memiliki darah Batak yang membuat ikatan emosionalnya dengan Sumatera Utara cukup kuat. Faktor inilah yang membuat kepindahannya ke PSMS Medan terasa lebih bermakna bagi publik lokal.
Perjalanan karier Roken di dunia sepak bola profesional cukup panjang dan berliku. Ia memulai langkahnya bersama Jember United pada 2017, sebelum kemudian melanjutkan karier ke KS Tiga Naga pada 2018.
Di klub tersebut, ia berkembang cukup pesat dan mulai dikenal sebagai winger yang memiliki kecepatan serta kemampuan dribbling di atas rata-rata. Konsistensinya membuatnya bertahan cukup lama hingga 2021.
Setelah itu, Roken melanjutkan perjalanan kariernya ke Sulut United pada musim 2021. Di klub ini, ia mendapatkan pengalaman penting dalam persaingan ketat Liga 2.
Meski hanya mencatatkan delapan penampilan, kontribusinya ikut membantu tim bersaing di papan atas dan terlibat dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1.
Walaupun saat itu Sulut United belum berhasil mencapai target akhir, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi perkembangan mental dan permainannya.
Perjalanan Roken kemudian berlanjut ketika ia bergabung dengan Semen Padang FC pada musim 2023/2024. Di klub ini, kariernya mengalami peningkatan signifikan.
Ia tampil dalam 17 pertandingan dan mencatatkan tiga assist. Meski bukan pencetak gol utama, kontribusinya sebagai winger sangat membantu dalam skema permainan tim.
Baca Juga: Update Transfer Liga 2 2026/2027, PSIS Semarang dan Semen Padang FC Bergerak Cepat Di Bursa Transfer
Bersama Semen Padang, ia menjadi bagian dari skuad yang berhasil meraih tiket promosi ke Liga 1, sebuah pencapaian penting dalam perjalanan klub dan karier pribadinya.
Namun setelah keberhasilan tersebut, situasi berubah. Nama Roken tidak masuk dalam rencana tim setelah Semen Padang naik kasta. Kondisi itu membuatnya harus mencari tantangan baru dan akhirnya ia menerima pinangan PSIM Yogyakarta. Di klub ini, perjalanan kariernya sempat mengalami dinamika yang cukup berbeda dibanding sebelumnya.
Pada fase awal kompetisi, Roken memang tidak banyak mendapatkan menit bermain. Ia hanya tampil dua kali dengan total waktu bermain sekitar 55 menit pada fase grup Liga 2.
Situasi tersebut sempat membuat banyak pihak meragukan perannya dalam tim. Namun, justru di momen-momen penting pada fase playoff promosi, Roken menunjukkan kualitas sebenarnya sebagai pemain berpengalaman.
Ia mulai dipercaya tampil reguler dan menjawab kepercayaan pelatih dengan performa yang meningkat tajam. Puncak kontribusinya terjadi saat PSIM menghadapi PSPS Pekanbaru, di mana ia mencetak gol penting yang membawa tim meraih kemenangan 2-1.
Gol tersebut bukan hanya menentukan hasil pertandingan, tetapi juga menjadi titik balik perjalanan PSIM dalam upaya mereka menembus Liga 1.
Kontribusi tersebut berlanjut hingga akhir musim ketika PSIM Yogyakarta berhasil mengakhiri penantian panjang selama 18 tahun untuk kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Peran Roken dalam fase krusial itu membuatnya mendapatkan reputasi baru sebagai pemain yang mampu tampil efektif di bawah tekanan, terutama dalam pertandingan-pertandingan penentu.
Setelah sukses bersama PSIM, Roken kembali melanjutkan perjalanan kariernya ke Garudayaksa FC. Di klub tersebut, ia kembali terlibat dalam proyek promosi dan lagi-lagi menjadi bagian dari skuad yang berhasil menembus Liga 1.
Catatan inilah yang kemudian memperkuat label dirinya sebagai pemain spesialis promosi, sebuah julukan yang jarang disandang oleh pemain lain di kompetisi Liga 2.
Kini, bersama PSMS Medan, ekspektasi besar kembali disematkan di pundaknya. Klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia ini tengah membangun kekuatan baru untuk kembali bersaing di papan atas dan merebut tiket promosi ke Liga 1.
Kehadiran Roken dianggap sebagai salah satu puzzle penting dalam strategi tersebut, terutama karena pengalaman dan karakter permainannya yang dinilai sesuai dengan kebutuhan tim.
Sebagai winger kanan, Roken dikenal memiliki kecepatan tinggi, kemampuan menggiring bola yang stabil, serta disiplin dalam membantu pertahanan.
Ia bukan hanya pemain ofensif, tetapi juga memiliki kontribusi defensif yang membuatnya cocok dalam sistem permainan modern yang menuntut keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Karakter pekerja keras yang dimilikinya menjadi salah satu alasan utama mengapa PSMS Medan berani memberikan kepercayaan besar kepadanya.
Manajemen PSMS Medan berharap pengalaman Roken dalam berbagai situasi tekanan, terutama dalam perebutan tiket promosi, bisa menjadi nilai tambah bagi tim.
Dalam beberapa musim terakhir, PSMS memang kerap berada dalam posisi kompetitif, namun gagal menyelesaikan target utama. Kehadiran pemain dengan mental juara diharapkan mampu mengubah situasi tersebut.
Di sisi lain, usia Roken yang kini memasuki masa emas sebagai pesepak bola profesional membuatnya berada dalam fase penting karier. Kombinasi antara pengalaman, kedewasaan bermain, dan motivasi baru bersama klub besar seperti PSMS Medan menjadikan musim 2026/2027 sebagai salah satu periode yang paling menentukan dalam perjalanan kariernya.
Antusiasme publik Sumatera Utara terhadap transfer ini juga cukup tinggi. Banyak suporter menaruh harapan besar bahwa Roken dapat mengulangi kesuksesan seperti yang pernah ia torehkan di klub-klub sebelumnya. Jika tren positif itu berlanjut, bukan tidak mungkin PSMS Medan akan kembali menjadi salah satu kekuatan besar di sepak bola Indonesia.
Kini semua mata tertuju pada bagaimana Roken beradaptasi dengan sistem permainan PSMS Medan dan seberapa besar kontribusinya dalam perjalanan panjang musim ini.
Dengan rekam jejak yang sudah terbukti di berbagai klub, harapan untuk melihat PSMS kembali ke Liga 1 semakin terbuka, dan Roken berada tepat di tengah-tengah cerita besar tersebut sebagai salah satu kunci utama perjalanan Ayam Kinantan musim ini. (dka)
Editor : Baskoro Septiadi