RADARSEMARANG.ID – Piala Dunia 2026 tidak hanya mencatat sejarah sebagai turnamen terbesar sepanjang masa. Untuk pertama kalinya sejak digelar pada 1930, ajang sepak bola paling bergengsi di dunia itu diikuti 48 negara dengan format kompetisi yang sepenuhnya baru.
Perubahan tersebut membuat perjalanan menuju gelar juara menjadi lebih panjang, lebih kompleks, dan berpotensi menghadirkan lebih banyak kejutan dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Banyak penggemar sepak bola masih bertanya-tanya bagaimana sebenarnya format baru Piala Dunia 2026 diterapkan. Sebab, bertambahnya jumlah peserta otomatis mengubah sistem fase grup hingga babak gugur.
Dari 32 Menjadi 48 Tim
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, turnamen hanya diikuti 32 negara yang dibagi ke dalam delapan grup.
Kini FIFA menambah jumlah peserta menjadi 48 negara. Mereka dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim.
Setiap tim tetap memainkan tiga pertandingan pada fase grup. Namun persaingan menjadi lebih ketat karena jumlah grup bertambah dan peta kekuatan peserta menjadi lebih beragam.
Keputusan FIFA menambah jumlah peserta dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada negara-negara dari Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Oseania tampil di panggung sepak bola dunia.
Siapa yang Lolos ke Babak Berikutnya?
Dalam format baru, dua tim terbaik dari masing-masing grup otomatis lolos ke fase gugur.
Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup juga berhak melanjutkan perjalanan ke babak berikutnya.
Artinya, sebanyak 32 tim akan lolos dari fase grup menuju babak knockout.
Skema ini membuat peluang lolos menjadi lebih besar dibanding edisi sebelumnya. Namun di sisi lain, persaingan untuk menjadi salah satu peringkat ketiga terbaik juga diperkirakan berlangsung sangat ketat.
Babak 32 Besar Jadi Pembeda
Perubahan paling mencolok terjadi setelah fase grup.
Jika sebelumnya fase gugur langsung dimulai dari babak 16 besar, kini Piala Dunia 2026 menghadirkan babak 32 besar terlebih dahulu.
Dengan tambahan satu fase knockout tersebut, jumlah pertandingan yang harus dimainkan calon juara otomatis bertambah.
Pada format lama, tim juara harus melewati empat pertandingan fase gugur setelah babak grup. Kini calon juara harus melewati lima laga knockout sebelum mengangkat trofi.
Total Pertandingan Meningkat Tajam
Bertambahnya peserta membuat jumlah pertandingan melonjak signifikan.
Pada Piala Dunia 2022, total pertandingan hanya 64 laga. Sedangkan pada Piala Dunia 2026 jumlahnya meningkat menjadi 104 pertandingan.
Ini menjadi rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.
Bagi FIFA, peningkatan jumlah pertandingan membuka peluang lebih besar bagi penggemar untuk menikmati kompetisi. Namun bagi pemain dan pelatih, kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kebugaran dan konsistensi performa.
Baca Juga: Korea Selatan vs Ceko: Adu Efektivitas Wakil Asia dan Eropa, Kesalahan Kecil Bisa Berakibat Fatal
Peluang Kejutan Semakin Besar
Salah satu dampak paling menarik dari format baru adalah meningkatnya peluang munculnya tim kejutan.
Dengan jumlah peserta yang lebih banyak, semakin banyak negara yang memiliki kesempatan mencuri perhatian dunia.
Selain itu, keberadaan jalur peringkat ketiga terbaik membuat lebih banyak tim tetap memiliki peluang lolos hingga pertandingan terakhir fase grup.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat persaingan menjadi lebih terbuka dan sulit diprediksi.
Tidak Cukup Hanya Bermodal Tim Inti
Format baru juga mengubah strategi tim-tim unggulan.
Jika sebelumnya sejumlah negara bisa mengandalkan sebelas pemain terbaiknya sepanjang turnamen, kini kedalaman skuad menjadi faktor yang jauh lebih penting.
Baca Juga: Prediksi Piala Dunia 2026 Korea Selatan vs Ceko: Tiga Poin Perdana Bisa Tentukan Nasib di Grup A
Jadwal yang lebih panjang, perjalanan lintas negara tuan rumah, serta tambahan pertandingan knockout membuat rotasi pemain hampir tidak terhindarkan.
Tim yang memiliki banyak pemain berkualitas di bangku cadangan berpotensi memperoleh keuntungan dibanding negara yang terlalu bergantung pada beberapa bintang utama.
Era Baru Piala Dunia
Piala Dunia 2026 menjadi awal dari era baru sepak bola internasional. Bukan hanya karena jumlah pesertanya yang lebih banyak, tetapi juga karena format kompetisi yang mengubah cara tim merencanakan perjalanan menuju gelar juara.
Bagi penonton, perubahan ini menjanjikan lebih banyak pertandingan, lebih banyak negara peserta, dan peluang lahirnya kejutan-kejutan baru. Sementara bagi para pemain dan pelatih, jalan menuju trofi kini menjadi lebih panjang dan lebih menantang dibanding sebelumnya.
Editor : Baskoro Septiadi