Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kalah dari Spurs, Gagal Masuk UCL, Manchester United Terancam Kena Sanksi Denda dari Sponsorhip Adidas

Aris Hariyanto • Jumat, 23 Mei 2025 | 12:33 WIB
Pemain Manchester United tampak lesu setelah kalah dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa, Kamis dini hari WIB.
Pemain Manchester United tampak lesu setelah kalah dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa, Kamis dini hari WIB.

RADARSEMARANG.ID - Manchester United kembali diguncang kabar tak sedap setelah kekalahan pahit di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur.

Drama di final Liga Europa, Kamis dini hari WIB, benar-benar memupuskan harapan Manchester United untuk mengamankan tiket Liga Champions melalui jalur juara kompetisi kasta kedua Eropa.

Gol tunggal Brennan Johnson memastikan Tottenham Hotspur merengkuh trofi, sekaligus meninggalkan MU dalam kegelapan tanpa kompetisi Eropa musim depan.

Akibatnya, ‘”Setan Merah” kini dihadapkan pada ancaman sanksi finansial serius dari sponsor utama mereka, Adidas.

Absennya Setan Merah dari kancah Liga Champions musim depan seolah menjadi pemicu sanksi denda dari Adidas yang tak bisa dianggap remeh.

Hal tersebut terlihat jelas menjadi pukulan telak buat Man United yang berpotensi menyedot dompet keuangan klub dari sponsorship mereka.

Kabar santer beredar mengungkapkan kontrak sponsorship fantastis antara Manchester United dan Adidas ternyata menyimpan klausul krusial.

Seperti yang dikutip dari The Telegraph, detail perjanjian antara Man United dan Adidas mengungkapkan dua klausul utama.

Klausul pertama memberikan hak kepada Adidas untuk mengurangi pembayaran menjadi £ 45 juta per tahun jika United terdegradasi dari Liga Premier.

Klausul kedua memberikan Adidas hak untuk mengakhiri kontrak sepenuhnya dengan memberikan pemberitahuan satu musim penuh.

Namun, klausul kedua tersebut mengikat klub untuk berpartisipasi di Liga Champions setidaknya sekali dalam dua musim.

Jika gagal, denda sebesar £10 juta (sekitar Rp 199,1 miliar) per musim akan langsung menghantam Manchester United.

Faktanya, MU gagal lolos ke Liga Champions untuk musim 2025/2026 dan secara otomatis mengaktifkan denda penalti dari pihak sponsor Adidas.

Situasi ini tampak jelas menambah beban finansial Manchester United di tengah upaya klub melakukan restrukturisasi besar-besaran.

MU secara terbuka mengakui kondisi ini dapat berdampak besar bagi stabilitas keuangan mereka.

Pasalnya, jika MU terdegradasi dari Premier League, pendapatan mereka dari penjualan produk, hak siar, tiket, dikabarkan akan turun drastis.

Selain itu, stabilitas keuangan klub secara keseluruhan akan terguncang, termasuk kontrak dengan sponsor Adidas yang bisa dipotong hingga 50% atau bahkan dibatalkan.

Sebab lain Manchester United kena denda dari Adidas juga tak lepas dari performa buruk mereka di liga domestik dan kompetisi Eropa beberapa musim terakhir.

Apalagi melihat posisi Man United saat ini berada di peringkat ke-14, hanya terpaut tujuh poin di atas zona degradasi membuatnya banjir kritikan.

Meskipun berstatus salah satu klub terkaya di dunia, kegagalan berulang kali menembus kompetisi elit Eropa telah menjadi duri dalam daging.

Dengan demikian, denda Adidas ini menjadi konsekuensi nyata dari performa di lapangan yang tampak tidak sejalan dengan ekspektasi Manchester United sebagai klub besar.

Seorang pengguna media sosial @stro***s menuliskan “Udah kalah, ketiban gajah. Sesuai klausul kontrak kerja sama, Manchester United mesti bayar penalti £10juta (~Rp 219M) ke apparel mereka, adidas, karena gak lolos ke UCL musim 2025/26. Lebih baik bubar jadi pabrik jukut crispy”.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Tottenham Hotspur #posisi Man United saat ini #manchester united #Manchester United kena denda dari Adidas #kompetisi eropa #BANJIR #mu #premier league #UCL #liga champion #man united #MU gagal lolos ke Liga Champions #adidas