Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

PSSI Disanksi FIFA dengan Dua Hukuman Usai Adanya Insiden Saat Indonesia vs Bahrain di Jakarta, Apa Dampaknya?

Aris Hariyanto • Senin, 12 Mei 2025 | 18:23 WIB

 

Potret Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta saat laga Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025.
Potret Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta saat laga Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025.

RADARSEMARANG.ID - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sanksi tersebut diberikan setelah dugaan insiden diskriminasi dalam laga Indonesia vs Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Keputusan ini tampak menjadi pukulan bagi sepak bola nasional, terutama dalam menjaga citra Indonesia di kancah internasional.

 Baca Juga: Bus Persik Kediri Dilempari Batu hingga Kaca Pecah Saat Tinggalkan Stadion Kanjuruhan, Diduga Ini Penyebabnya

Lebih lanjut, FIFA menjatuhkan dua hukuman kepada PSSI akibat perilaku diskriminatif sebagian suporter Indonesia dalam pertandingan tersebut.

Hukuman pertama berupa denda sebesar Rp400 juta, sementara hukuman kedua adalah pengurangan kapasitas penonton sebesar 15% pada laga kandang berikutnya, yaitu saat Indonesia menjamu China pada 5 Juni 2025.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengonfirmasi bahwa FIFA telah mengirimkan surat resmi dengan referensi FDD-23338.

Adapaun surat resmi tersebut merujuk pada Pasal 15 tentang diskriminasi dalam regulasi FIFA.

Arya mengatakan ““Jadi kita kemarin sudah mendapatkan surat dari FIFA dengan referensi FDD-23338 tentang Pasal 15 diskriminasi”.

“Itulah keputusan dari FIFA yang menyatakan bahwa PSSI harus bertanggung jawab terhadap perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia lawan Bahrain,” ujarnya seperti yang diberitakan.

Menurut laporan FIFA, insiden terjadi di tribun utara dan selatan. Terutama di Sektor 19 dengan sekitar 200-300 suporter meneriakkan slogan xenofobia terhadap Bahrain pada menit ke-80 pertandingan.

Perilaku ini dinilai melanggar prinsip fair play dan keberagaman yang dijunjung tinggi oleh FIFA.

“Peristiwa terjadi di Sektor 19 disebabkan oleh suporter Indonesia. Pada menit ke-80, sekitar 200 hampir 300 suporter tuan rumah meneriakkan slogan xenophobia, Bahrain, bla bla bla,” kata Arya.

Meski FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI, mereka memberikan opsi agar mengurangi kuota penonton di pertandingan selanjutnya.

Pembatasan penonton ini dapat dialokasikan kepada komunitas anti-diskriminasi. Seperti keluarga, pelajar, atau perempuan, dengan syarat mereka memasang spanduk bertema anti-diskriminasi.

Dampaknya, PSSI diwajibkan menyerahkan rencana tempat duduk kepada FIFA 10 hari sebelum pertandingan.

Menurut Arya, hukuman ini tampak menjadi peringatan bagi komunitas sepak bola Indonesia untuk lebih memperhatikan etika dan sportivitas dalam mendukung tim nasional.

Selain itu, pengurangan kapasitas penonton di laga kandang berikutnya bisa berdampak pada dukungan moral bagi Timnas Indonesia, yang tengah berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Editor : Baskoro Septiadi
#insiden diskriminasi #Kualifikasi Piala Dunia 2026 #stadion utama gelora bung karno #FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI #gbk #Indonesia vs Bahrain #pssi disanksi fifa #pssi #komunitas sepak bola Indonesia #fifa