RADARSEMARANG.ID, Semarang — Klub sepak bola Deltras Sidoarjo berencana memindahkan home base mereka ke luar kota.
Rencana ini muncul sebagai respons atas tingginya biaya sewa Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS).
CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhanuddin, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menjajaki beberapa opsi stadion alternatif.
Saat ini Deltras sedang menjajaki stadion di luar Sidoarjo, ini terkait kenaikan biaya sewa stadion,” ujar Amir.
Dua stadion yang tengah dipertimbangkan adalah Stadion Surajaya di Lamongan dan Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik.
Baca Juga: Ukir Sejarah Baru, Timnas Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-23, Ini Persiapannya
Amir menjelaskan bahwa kenaikan tarif sewa Stadion GDS sebenarnya sudah terjadi sejak stadion tersebut direnovasi.
“Musim kemarin, setelah renovasi, biaya sewa naik dua kali lipat. Dari yang sebelumnya Rp 12 juta, menjadi Rp 24 juta per pertandingan,” ujarnya.
Karena itu, manajemen Deltras memilih bersikap realistis.
Mereka mempertimbangkan stadion lain yang menawarkan biaya sewa lebih terjangkau, meski harus menerima konsekuensi bermain tanpa dukungan langsung dari suporter.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi menetapkan tarif baru penggunaan Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) beserta fasilitas pendukung lainnya.
Informasi ini diumumkan melalui unggahan akun Instagram resmi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo.
Stadion yang selama ini dikenal sebagai ikon olahraga dan ruang publik kebanggaan warga Sidoarjo itu kini dinilai tidak lagi mudah diakses karena biaya sewanya yang tinggi.
Tarif penggunaan stadion dibedakan berdasarkan waktu.
Untuk penggunaan pada pagi hingga sore hari, dikenakan biaya Rp 8 juta per hari.
Sementara untuk malam hari, tarif naik menjadi Rp 10 juta per hari.
Untuk kegiatan bersifat komersial, tarif lebih tinggi diberlakukan.
Acara berskala nasional dikenakan Rp 15 juta per jam, sedangkan untuk tingkat internasional mencapai Rp 40 juta per jam.
Kegiatan sosial dan keagamaan mendapat keringanan tarif, yakni sebesar Rp 2,5 juta per jam.
Fasilitas lain seperti lintasan atletik, wall climbing, dan atrium stadion juga dikenai biaya.
Latihan atletik dipatok Rp 400 ribu per jam per tim, sementara untuk lomba atletik dikenakan tarif Rp 2 juta per jam.
Sementara itu, pertandingan wall climbing dikenakan tarif Rp 750 ribu per hari, dan untuk latihan, biaya sebesar Rp 20 ribu per orang untuk durasi dua jam.
Baca Juga: Klaim Sekarang 50 Kode Redeem ML Mobile Legends Full Hadiah Skin dan Diamond
Salah satu staf Disporapar Sidoarjo, Augis, menyatakan bahwa seluruh tarif tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024.
Menurutnya, Perda tersebut menjadi dasar hukum yang sah, serta menjadi alasan kuat untuk tidak memberikan potongan harga.
“Yang berhak menggunakan adalah masyarakat, seluruh masyarakat, termasuk dari luar negeri,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan potongan tarif untuk atlet lokal berprestasi, pihak Disporapar belum memberikan jawaban yang pasti.
Hingga kini, capaian atlet belum menjadi pertimbangan khusus dalam penetapan tarif. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi