RADARSEMARANG.ID – Persibat Batang menang secara dramatis ketika melawan PPSM Magelang di di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, Magelang pada Rabu (12/2/2025) sore.
Dibalik kemenangan tersebut, ternyata Persibat Batang memiliki kisah yang unik dan tak terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Magelang.
Tim kebanggaan warga Kabupaten Batang ini memiliki sejarah panjang di kompetisi sepak bola Indonesia.
Persibat Batang pernah di masa kejayaan ketika di tahun 2015/2016.
Tim berjuluk Laskar Banteng Alas Roban ini penah merasakan atmosfer persaingan di berbagai level kompetisi, termasuk Divisi Dua, Divisi Satu, hingga Divisi Utama.
Saat ini, Persibat berjuang di Liga 4 Jawa Tengah, kasta keempat sepak bola nasional. Meski turun kasta.
Namun animo supporter tidak pernah surut. Terbukti, puluhan supporter batang turun ke jalan pantura menyambut tim Persibat Batang pada Rabu (12/2/2025) malam.
Suporter setia seperti Roban Mania, Brigata Ultras Roban, dan Roban Rewo-Rewo terus memberikan dukungan penuh, bahkan di saat tim mengalami masa sulit.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang, Ulul Azmi, mengakui bahwa kebangkitan Persibat menjadi angin segar bagi pecinta sepak bola di daerah ini.
“Saat ini, cabang olahraga sepak bola sedang ramai kembali. Persibat mulai bangkit lagi dan berhasil masuk 8 besar Liga 4 Jawa Tengah,” ujarnya.
Terlepas dari itu, Persibat Batang juga tak lepas dari tantangan terkait pendanaan. Saat ini Persibat Batang tidak mendapatkan alokasi dana dari APBD.
Sehingga seluruh operasional tim sepenuhnya ditanggung oleh Persibat Batang dengan mengandalkan sponsor, penjualan tiket serta investor swasta yang ingin berkontribusi di Persibat Batang.
Bermarkas di Stadion M. Sarengat , Persibat Batang juga terkendala stadion. Dengan kapasitas 15.000 ini sudah mengalami perubahan dengan mendapat bantuan dari Disporspar Provinsi Jawa Tengah berupa 1.000 kursi.
Di balik kebangkitan Persibat, peran suporter sangat krusial. Ruswandi, salah satu pentolan Roban Mania, menegaskan bahwa suporter bukan sekadar pengisi tribun, tetapi juga sumber semangat bagi tim.
“Dengan membeli tiket setiap pertandingan, kami turut menghidupkan Persibat agar terus berlaga dan menjadi yang terbaik. Di level atau kasta mana pun, kami tetap menjadi pendukung setianya,” ujar Ruswandi.
Dengan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan semangat juang tim menjadi modal penting bagi kebangkitan Persibat Batang.
Bukan tidak mungkin, Persibat Batang suatu saat ini bisa berjumpa dengan PSIS Semarang dan tim tim besar lainnya. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi