Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Boixos Nois, Ultras Ekstrem Pendukung Barcelona FC yang Dilarang Masuk Stadion Camp Nou

Aby Genta Putra Prasetya • Jumat, 6 Desember 2024 | 14:58 WIB
Potret: Ultras Boixos Nois Saat Parade di Barcelona
Potret: Ultras Boixos Nois Saat Parade di Barcelona

RADARSEMARANG.ID - Dalam kultur sepakbola, pendukung/fans menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga performa di lapangan.

Dengan dukungan yang loyal dari para fans, mentalitas para pemain tentunya akan naik dan secara sisi psikologis membantu para pemain untuk tidak gentar dalam menghadapi lawannya.

Tentunya para pecinta olahraga mengenal dengan jelas bagaimana loyalitas fans bisa berubah menjadi kefanatikan yang tak jarang melahirkan stigma negatif berkat tindakan mereka yang diluar batas.

Salah satu yang cukup menarik dibahas adalah sebuah kelompok Ultras bernama Boixos Nois yang mendukung klub Barcelona FC. Mereka terkenal berkat berbagai aksi ekstrem mereka yang cukup terkenal dikalangan pendukung klub Spanyol.

Kelompok ultras yang memiliki maskot bergambar anjing jenis Bulldog ini sama sangarnya dengan gambar di banner-banner yang mereka miliki tersebut.

Ultras ini pertama kali muncul di Barcelona pada tahun 1983 dan sejak saat itu dikenal sebagai kelompok yang dengan masif mendukung Barcelona FC dengan keras dan fanatik.

Sama seperti problem ultras di belahan dunia manapun, kebanyakan kelompok ini bukan hanya menjadi pendukung bagi klub yang mereka cintai. Lebih dari itu mereka menganggap kelompok mereka sebagai gerakan politik atau integritas teritorial bagi kaum mereka.

Hal ini juga tak luput menjangkiti Boixos Nois, terlebih wilayah Katalonia di Spanyol yang menjadi tempat Kota Barcelona berdiri hingga kini memiliki permasalahan yang krusial yakni Gerakan Separatis Katalan yang menuntut kemerdekaan dari Spanyol.

Sudah menjadi rahasia umum jika klub Barcelona FC secara bangga merepresentasikan dirinya sebagai klub politik atas nama warga dan gerakan separatis di Katalan. Hal ini pula yang membuat Boixos Nois awalnya cukup dekat dengan gerakan ini.

Namun, lambat laun kelompok ini lebih tertarik untuk mendekatkan diri mereka dalam kelompok sayap kanan yang menjunjung ideologi fasisme dan kemurnian ras.

Ironisnya ideologi mereka kini sama dengan rival sejatinya; Ultras Sur di Real Madrid yang sejak awal sudah dikenal dengan asosiasinya kepada kelompok sayap kanan ekstrem.

Meskipun begitu mereka tetap secara radikal mendukung klub Barcelona FC meskipun tak jarang ada keributan bahkan diantara sesama suporter karena perbedaan ideologi ini. Boixos bahkan di tahun 2022 pernah bersitegang dengan kelompok pro-kemerdekaan tepat di depan Stadion Camp Nou.

Baca Juga: Jersey West Ham '99, Salah Satu Jersey Sepakbola Paling Ikonik dan Terbaik hingga Saat ini

Jauh sebelum itu Boixos Nois dikenali berkat keberingasannya yang cukup parah. Membawa ideologi yang cukup tidak toleran, Boixos pernah terlibat dalam alur politik yang berpengaruh bagi kota dan klub Barcelona.

Di stadion mereka terang-terangan menunjukkan berbagai ekspresi fasisme yang kental dengan chant rasis, gerakan tangan ala Neo-Nazi dan juga spanduk-spanduk dukungan ke klub Barcelona yang bernada rasis.

Namun, klub juga tak berbuat apa-apa kepada mereka. Malahan menurut sebagian pihak, Barcelona FC menjaga hubungan dengan ultras ini, mereka juga diberi satu ruangan khusus di Camp Nou untuk menaruh barang-barang yang mereka butuhkan saat Barcelona FC bertanding.

Presiden klub kala itu; Nunez lalu dilanjutkan Gaspart mendukung Boixos Nois dan memberikan mereka kebebasan dalam mendukung Barcelona. Namun, tak disangka mereka juga menggunakan Boixos sebagai alat politik.

Kedigdayaan ultras ini berakhir saat tahun 2003, saat itu dua kandidat terpilih sebagai presiden baru klub Barcelona yakni Joan Laporta dan Lluis Bassat. Laporta menggunakan Boixos Nois untuk menjegal lawannya tersebut yang dimaan Bassat adalah seorang keturunan Yahudi.

Meskipun diliputi isu-isu rasis serta anti semitis, Laporta berhasil menang berkat dukungan Boixos Nois yang menggaungkan politik identitas di dalam kubu suporter sendiri. Namun, Laporta justru malah berkhianat dan memutus hubungan klub dengan Boixos Nois.

Laporta juga memberi kebijakan baru untuk melarang Boixos Nois memasuki Camp Nou atas dasar reputasi mereka yang buruk dan sering terlibat berbagai tindakan kekerasan berujung kriminal.

Source: Barca Forum, Reddit

Editor : Baskoro Septiadi
#Ultras Boixos Nois #Boixos Nois Barcelona #Ultras Barcelona #Dilarang Masuk Stadion #Ultras Ekstrem Barcelona