Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

FIFA Gelar Rapat Darurat, Israel Terancam Dikeluarkan dari Keanggotaan Sepakbola Dunia Buntut Agresi Militer di Gaza

Muchammad Nachirul Ichsan • Minggu, 19 Mei 2024 | 16:37 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino
Presiden FIFA Gianni Infantino

RADARSEMARANG.ID - Federasi sepakbola Dunia (FIFA) akan mengadakan pertemuan darurat guna membahas penangguhan keanggotaan Israel.

Presiden FIFA, Gianni Infantino mengumumkan rencana tersebut pada kongres tahunan di Bangkok, Thailand.

Sedangkan FIFA menargetkan hasil keputusan terhadap Israel bisa diumumkan pada 25 Juli mendatang.

Pembahasan ini merujuk pada proposal yang dikirimkan oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) Palestina pada Maret lalu.

PFA mengusulkan mengeluarkan Israel dari keanggotaan karena telah melanggar beberapa undang-undang FIFA dengan perangnya di Gaza.

Beberapa pihak juga telah memberikan dukungan proposal Palestina, salah satunya dari Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa.

Selain itu beberapa negara asia dan timur tengah juga memberikan dukungan seperti Aljazair, Irak, Jordania, Suriah dan juga Yaman.

FIFA dan pihaknya akan melakukan 'penilaian hukum' atas proposal yang diajukan oleh federasi Palestina.

"Sepak bola tidak boleh dan tidak pernah boleh menjadi sandera politik dan selalu menjadi vektor perdamaian, sumber harapan, kekuatan kebaikan, menyatukan orang-orang daripada memecah belah," kata Infantino.

Federasi sepakbola dunia itu menyatakan bahwa penilaian hukum berguna untuk menganalisis dan memastikan undang-undang FIFA diterapkan dengan cara yang benar.

"Penilaian hukum ini harus memungkinkan adanya masukan dan klaim dari kedua asosiasi anggota. Hasil analisis ini dan rekomendasi yang dihasilkan dari analisis ini selanjutnya akan diteruskan ke dewan FIFA," tutur.

Dikutip dari jawapos.com, Presiden PFA Palestina, Jibril Rajoub mengatakan bahwa FIFA tidak boleh lagi acuh tak acuh terhadap bencana kemanusiaan yang sedang terjadi di Gaza.

Ia menggaris bawahi tindakan yang tidak cepat tanggap FIFA berbeda saat menangguhkan Rusia dari kompetisi internasional atas invasinya ke Ukraina.

“Berapa banyak lagi yang harus diderita keluarga sepak bola Palestina bagi FIFA untuk bisa segera bertindak dengan tingkat keparahan dan urgensi yang sama seperti dalam kasus lain? Apakah FIFA menganggap beberapa perang lebih penting daripada yang lain dan beberapa korban yang lebih signifikan?” kata Presiden PFA.

"Saya meminta Anda untuk berdiri di sisi kanan sejarah. Penderitaan jutaan orang, termasuk ribuan pesepakbola, juga layak mendapatkan lebih. Jika tidak sekarang lalu kapan? Tuan Presiden, keputusan ada di tangan Anda," ucap Rajoub menambahkan.

Sejak perang yang terjadi pada 7 Oktober 2023 lalu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 35.000 warga Palestina telah tewas.

Setidaknya 193 pesepak bola termasuk didalamnya, diikuti dengan semua infrastruktur di Gaza yang telah hancur, rusak parah termasuk stadion bersejarah al Yarmouk.

Editor : Baskoro Septiadi
#Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa #sanksi fifa #pfa #federasi sepakbola palestina #anggota fifa #Jibril Rajoub #gianni infantino #sepakbola dunia #palestina - israel #israel dikeluarkan fifa #rapat darurat #Agresi Israel ke Jalur Gaza #fifa #afc