RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sepuluh tahun lebih menunggu sentuhan baru, Gapura Perumahan Genuk Indah di Jalan Padi Raya, Gebangsari, akhirnya berubah wajah. Cat yang mengelupas dan warna kusam ditutup sapuan merah putih.
Sabtu pagi (8/8), ratusan warga turun tangan mengecat gapura yang selama bertahun-tahun menjadi pintu masuk kawasan tersebut.
Bukan sekadar kerja bakti. Pengecatan gapura menjadi simbol bangkitnya kembali semangat gotong royong warga sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kuas berpindah tangan, warga bergerak bersama. Dari gapura yang sempat terlupakan, Gebangsari menyalakan kembali semangat merah putih.
Baca Juga: Rincian Gaji Paskibraka Nasional 2026 dari Uang Saku Hingga Beasiswa Emas BUMN
Ketua LPMK Gebangsari Mulyadi Antono mengatakan, gapura tersebut sudah lebih dari satu dekade tidak mendapatkan pengecatan ulang. Kondisinya pun mulai tidak sedap dipandang karena banyak bagian cat mengelupas.
"Terus terang, gapura ini mungkin sudah lebih dari 10 tahun belum tersentuh pengecatan ulang. Warnanya banyak yang mengelupas. Karena ini adalah muka kelurahan kita, hari ini kita cat ulang dengan warna merah putih agar warga yang masuk merasa bangga dan senang," ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang digelar LPMK Gebangsari. Tak hanya gapura, warga juga membersihkan dan mempercantik jembatan di kanan-kiri gapura, rumah pompa, serta pepohonan di sepanjang Jalan Padi Raya.
Karang Taruna Gajah Mada, PKK, FKK, RT/RW, warga pemilik kos, pelaku usaha hingga perusahaan di lingkungan Gebangsari ikut bergabung. Bagi Mulyadi, keterlibatan banyak unsur tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih bisa menyatukan masyarakat.
"Semangatnya adalah Semangat 45. Melalui agenda rutin setahun dua kali ini, kami ingin menumbuhkan kembali rasa nasionalisme. Semua elemen terlibat," katanya.
Pantauan di lokasi, warga bekerja sejak pagi. Sebagian mengecat badan gapura, sementara lainnya membersihkan lingkungan di sekitar Jalan Padi Raya. Warna merah putih perlahan mendominasi gapura yang sebelumnya tampak kusam.
Camat Genuk Wahyudi mengapresiasi kekompakan warga. Menurutnya, gotong royong merupakan cara masyarakat saat ini mengisi kemerdekaan.
"Kalau dulu para pahlawan berkorban jiwa dan raga, hari ini kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Gotong royong seperti ini adalah langkah nyata agar masyarakat semakin peduli terhadap lingkungannya," tuturnya.
Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan. Kecamatan Genuk mendorong kerja bakti rutin setiap Jumat, penghijauan dengan tanaman buah seperti mangga dan jambu air, serta penguatan program Kampung Literasi dan Ngaji.
"Kami mohon dukungan para tokoh masyarakat untuk menyukseskan gerakan mematikan televisi saat Magrib hingga Isya. Ini penting untuk mendorong anak-anak kita agar fokus membaca maupun mengaji," harapnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi