Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kirab Budaya dan Ganti Luwur Semarakkan Puncak Haul Ki Ageng Pandanaran ke-524

Ida Fadilah • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:22 WIB
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Ketua Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, H. Aris Pandan Setiawan dan tokoh masyarakat mengganti kain makam Ki Ageng Pandanaran, Sabtu (11/7/2026) (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Ketua Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, H. Aris Pandan Setiawan dan tokoh masyarakat mengganti kain makam Ki Ageng Pandanaran, Sabtu (11/7/2026) (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rangkaian Haul Ki Ageng Pandanaran, tokoh pendiri Kota Semarang yang ke-524 tahun 2026 ditutup dengan kirab budaya yang berlangsung meriah di Kota Semarang.

Kirab dimulai sejak pagi diawali dari SMAN 1 Semarang kemudian berlanjut hingga Makam Ki Ageng Pandanaran Jl. Mugas No.6, Mugassari, Semarang Selatan. 

Para peserta mulai pukul 07.00 dari berbagai adat dan daerah menyusuri jalan. Tidak dari Semarang saja, nampak peserta itu dari Kasepuhan Kadilangu, Demak hingga Ksatriya Sholawat Nuur Muhammad SAW Garung Kidul Kaliwungu Kudus.

Para perempuan mengenakan pakaian adat kebaya warna hitam lengkap dengan jarik. Sedangkan para laki-laki memakai beskap hitam dan jarik serta blangkon.

Dalam iring-iringan, tabur bunga juga dilakukan di sepanjang jalan. Tak lupa, gunungan hasil bumi turut memeriahkan kirab. Barongsai pun juga tampil dalam kirab.

Baca Juga: Tercium Bau Tak Sedap, Pria Paruh Baya di Kendal Ditemukan Tewas di Kamar

Dalam kirab itu, hal utama yang menjadi sorotan adalah arak-arakan budaya adalah membawa kain kelambu atau luwur baru. Kain itu untuk penggantian kain kelambu makam di makam Ki Ageng Pandanaran, atau disebut Ganti Luwur.

Pergantian itu dilakukan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng; Ketua Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, H. Aris Pandan Setiawan; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriasari, dan tokoh lainnya.

Sekitar 500 peserta mengikuti kirab tersebut, jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 250 peserta. Masyarakat sekitar juga antusias menyaksikan kirab.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriasari, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi indikator semakin besarnya kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan tokoh pendiri Kota Semarang.

"Rangkaian Haul Ki Ageng Pandanaran diawali dengan nyekar ke makam beliau, kemudian doa bersama atau tawasul akbar, dan hari ini ditutup dengan kirab yang diikuti kurang lebih 500 orang. Kegiatannya berlangsung cukup meriah sekaligus khidmat," ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Iin -sapaan akrabnya-, antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadi sinyal positif bagi upaya pelestarian sejarah Kota Semarang.

"Artinya, partisipasi masyarakat semakin baik. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan leluhur Kota Semarang juga semakin meningkat," katanya.

Dia mengungkapkan masih banyak warga Semarang yang belum mengetahui keberadaan makam Ki Ageng Pandanaran. Karena itu, haul dan kirab budaya diharapkan menjadi media edukasi untuk memperkenalkan kembali sosok pendiri Kota Semarang kepada masyarakat.

Baca Juga: Syarat Minimal Jam Mengajar Guru Dapodik Agar SKTP Juli 2026 Valid di Info GTK

"Ki Ageng Pandanaran adalah sesepuh sekaligus pendiri Kota Semarang. Makam ini bukan milik yayasan ataupun perseorangan, tetapi menjadi bagian dari sejarah Kota Semarang yang harus dijaga bersama," tuturnya.

Ia menambahkan, sebagaimana yang disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, pemerintah berkomitmen terus menelusuri dan mendokumentasikan sejarah kota, termasuk periode sebelum masa Ki Ageng Pandanaran.

Melalui peringatan haul ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang jasa sang pendiri kota, tetapi juga meneladani nilai-nilai perjuangannya serta memohon keberkahan bagi kemajuan Kota Semarang.

Ketua Yayasan Sosial Sunan Pandanaran, H. Aris Pandan Setiawan, menyebut kirab budaya tahun ini merupakan puncak rangkaian haul yang telah diawali sejak pekan lalu dengan pengajian akbar dan tawasul.

"Tahun ini alhamdulillah pesertanya kirab dua kali lipat dari tahun sebelumnya dan berjalan sangat meriah. Minggu lalu kami sudah mengadakan pengajian akbar dan tawasul, kemudian hari ini menggelar kirab budaya yang diikuti berbagai lintas tokoh dan budaya," ujarnya.

Kirab budaya tahun ini mengusung tema "Unity in Diversity" atau persatuan dalam keberagaman. Berbagai unsur masyarakat turut ambil bagian, mulai dari tokoh lintas agama, tokoh budaya, kelompok kesenian, barongsai.

"Makna temanya adalah kalau kekuatan kita itu bersatu dari berbagai macam suku bangsa, agama, dan etnis, maka Kota Semarang akan menjadi kota yang lebih kuat. Kalau masyarakat sudah bersatu, berbagai godaan dan tantangan dari luar bisa diatasi karena ada rasa persatuan," kata Aris.

Ia berharap kirab budaya dapat menjadi ruang kebersamaan seluruh elemen masyarakat sekaligus memperkuat nilai toleransi yang selama ini menjadi ciri Kota Semarang.

"Tahun ini diharapkan seluruh elemen masyarakat dari berbagai macam unsur bisa bersatu untuk mengikuti kegiatan ini," tambahnya.

Baca Juga: Bukan Pilihan Juri! Ini Sosok Fajar Novario, Desainer Padang yang Logonya Terpilih untuk HUT RI 81

Aris juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang terhadap penyelenggaraan haul dan kirab budaya. Menurutnya, Wali Kota Semarang hadir sejak awal hingga akhir kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan sejarah.

"Alhamdulillah dukungan pemerintah selama ini sangat baik dan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang kami lakukan. Tadi Bu Wali juga hadir dari awal sampai akhir dan sangat mengapresiasi kegiatan hari ini," ujarnya. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#ki ageng pandanaran #agustina #pemkot semarang