Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemadaman Listrik Bergilir, UMKM Menjerit: Ikan Koi Mati hingga Omzet Bengkel Anjlok Rp14 Juta Sehari

Adennyar Wicaksono • Senin, 22 Juni 2026 | 19:13 WIB
OTENSI RUGI : Pelaku UMKM mengeluhkan adanya pemadaman listrik yang membuat potensi kerugian.
OTENSI RUGI : Pelaku UMKM mengeluhkan adanya pemadaman listrik yang membuat potensi kerugian.

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah belakangan ini mulai memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Tak hanya mengganggu aktivitas usaha, gangguan pasokan listrik juga memicu kerugian finansial, mulai dari kematian ikan hias hingga anjloknya omzet usaha.

Pelaku usaha ikan hias di Semarang, Ahmad Mansur, mengaku mengalami kerugian jutaan rupiah akibat matinya sejumlah ikan koi saat terjadi blackout listrik beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Demo PMII Jateng Memanas, Massa Goyang Pagar DPRD dan Soroti Pemadaman Listrik hingga Program Pemerintah

Pemilik usaha Ammaur Koi tersebut menjelaskan, ikan koi dan arwana sangat bergantung pada pasokan oksigen yang dihasilkan pompa air dan aerator. Saat listrik padam lebih dari empat jam, risiko kematian ikan meningkat drastis.

"Kalau lebih dari empat jam tanpa aerator atau pompa, ikan bisa mati karena kekurangan oksigen," ujarnya, Senin (22/6).

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ia terpaksa mengandalkan genset. Namun penggunaan genset justru menambah beban biaya operasional karena konsumsi bahan bakar yang tidak sedikit.

"Kalau genset digunakan dua jam saja bisa habis sekitar Rp50 ribu untuk Pertamax. Biaya produksi otomatis naik," katanya.

Baca Juga: Sudewo Gugat Dakwaan Jaksa, Penggabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa Dipersoalkan

Mansur berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan terjadi pemadaman sehingga pelaku usaha memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi.

Keluhan serupa juga datang dari sektor jasa. Bengkel motor di wilayah Patemon, Gunungpati, Semarang, mengaku mengalami penurunan pendapatan signifikan akibat pemadaman listrik.

Admin bengkel, Faiz Urhanul Hilal, mengatakan sebagian besar peralatan servis tidak dapat beroperasi saat listrik mati.

Akibatnya, banyak pekerjaan tertunda dan pelanggan mengeluhkan keterlambatan penyelesaian servis.

"Dalam kondisi normal omzet bisa mencapai Rp20 juta per hari. Saat listrik padam, omzet turun menjadi sekitar Rp6 juta," ungkapnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Garudayaksa FC Buat Kejutan di Bursa Transfer, Lebih dari 20 Pemain Dilepas

Artinya, bengkel tersebut kehilangan potensi pendapatan hingga Rp14 juta dalam sehari akibat terganggunya operasional.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa persoalan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan listrik.

Menurutnya, perbedaan harga batu bara domestik dan pasar global membuat sebagian produsen lebih memilih menjual ke pasar ekspor dibanding memasok kebutuhan dalam negeri. (den)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#ikan koi mati #omzet bengkel turun #kerugian akibat listrik padam #umkm semarang #Pemadaman listrik