Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demo PMII Jateng Memanas, Massa Goyang Pagar DPRD dan Soroti Pemadaman Listrik hingga Program Pemerintah

M
Penulis: Muhammad Hariyanto❯
Aksi demo aliansi PMII di Jalan Pahlawan Semarang Senin (22/6/2026) sore.
Aksi demo aliansi PMII di Jalan Pahlawan Semarang Senin (22/6/2026) sore.

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Jawa Tengah, Senin (22/6/2026).

Massa melontarkan kritik keras terhadap berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari pemadaman listrik, pelemahan rupiah, hingga pelaksanaan sejumlah program nasional yang dinilai perlu dievaluasi.

Aksi yang berlangsung di Jalan Pahlawan itu sempat memanas ketika sejumlah peserta menggoyang pagar besi setinggi sekitar dua meter sebagai bentuk protes karena merasa aspirasi mereka tidak kunjung mendapat respons dari wakil rakyat.

Dalam orasinya, massa menyoroti persoalan pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat. Mereka meminta pemerintah lebih peka terhadap kesulitan yang dihadapi rakyat.

"Mugi-mugi pemerintah sadar, hati nuraninya tergugah. Mugo-mugo listrike yo ora mati," teriak salah satu orator di hadapan peserta aksi.

Advertisement

Tak hanya soal listrik, mahasiswa juga menyoroti berbagai persoalan nasional. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk Koperasi Desa Merah Putih dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Koordinator Lapangan aksi, Andre Bahtiar, mengatakan mahasiswa datang membawa berbagai keresahan masyarakat yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

"Kami melihat tujuan program-program pemerintah baik, tetapi pelaksanaannya perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak memunculkan persoalan baru, termasuk potensi penyimpangan dan korupsi," ujarnya.

Selain isu ekonomi dan program pemerintah, massa juga mengkritisi pembangunan yang dianggap sering mengabaikan dampak lingkungan. Menurut mereka, persoalan pencemaran dan kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian serius dalam setiap kebijakan pembangunan.

Mahasiswa menegaskan kedatangan mereka bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan menuntut ruang dialog terbuka dengan pemerintah dan DPRD Jawa Tengah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Korban PHK Sulit Cari Kerja, Buruh Desak Batas Usia Kerja DIihapus

Korban PHK Sulit Cari Kerja, Buruh Desak Batas Usia Kerja DIihapus

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar aksi di depan Kantor DPRD Jawa Tengah. Mereka mendesak agar batas usia kerja dihapus.

Dr. Hj. Kartina Sukawati, SE., M.M., M.H., Legislator Perempuan Inspiratif Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

Dr. Hj. Kartina Sukawati, SE., M.M., M.H., Legislator Perempuan Inspiratif Penggerak Kesejahteraan Masyarakat

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Dr. Hj. Kartina Sukawati, SE., M.M., M.H., dianugerahi Parliamentary Award 2026 oleh Jawa Pos Radar Semarang.

Wagub Taj Yasin Pastikan Kawal Hak 756 Karyawan PT SGS Yang Terkena PHK

Wagub Taj Yasin Pastikan Kawal Hak 756 Karyawan PT SGS Yang Terkena PHK

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen  emastikan akan mendampingi ratusan pekerja PT SGS (Sumber Graha Sejahtera) kabupaten Semarang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer