Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Takbir Keliling Gisikdrono Semarang Meriah, Domba Shaun the Sheep hingga Miniatur Jamaah Haji Ramaikan Malam Idul Adha

Figur Ronggo Wassalim • Selasa, 26 Mei 2026 | 20:56 WIB

 

Shaun the sheep ikuti takbir keliling di Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (26/5) malam. (FIGUR RONGGO WASSALIM)
Shaun the sheep ikuti takbir keliling di Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (26/5) malam. (FIGUR RONGGO WASSALIM)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Malam takbir Iduladha 1447 Hijriah di Kelurahan Gisikdrono berlangsung meriah, Selasa (26/5) malam.

Dentuman beduk berpadu gema takbir menggema di sepanjang jalan kawasan Semarang Barat itu. Warga tumpah ruah menyaksikan iring-iringan peserta takbir keliling yang tampil penuh kreativitas.

Dari depan kantor kelurahan, satu per satu rombongan mulai bergerak menyusuri Jalan Pamularsih, belok ke Jalan WR Supratman, lalu kembali finis di Kantor Kelurahan Gisikdrono. 

Baca Juga: Driver Taksi Online Ini Antar Penumpang Misterius Ke Stasiun Tawang Semarang

Rute sepanjang sekitar tiga kilometer itu dipenuhi cahaya lampu hias, suara pengeras, dan kostum-kostum unik warga.

Selain itu, beberapa peserta tampil nyentrik. Ada rombongan yang membawa domba karakter Shaun the Sheep lengkap dengan ciri khasnya di tubuhnya. 

Anak-anak hingga remaja juga terlihat memakai busana ihram layaknya jamaah haji.

Bahkan, ada peserta yang berdandan menyerupai sapi kurban raksasa sambil berjalan diiringi tabuhan rebana dan lantunan takbir.

Warga yang berdiri di pinggir jalan tampak antusias. Banyak anak kecil melambaikan tangan, sementara orang tua sibuk merekam arak-arakan menggunakan telepon genggam.

Sesekali gelak tawa pecah ketika peserta dengan kostum unik melintas.

Lurah Sandy Inderawan menjelaskan, kegiatan takbir keliling tersebut merupakan agenda tahunan warga setiap Idul Adha. 

Meski bukan lomba resmi, panitia tetap menyiapkan hadiah pembinaan bagi peserta paling menarik untuk menambah semangat warga.

"Ini sebenarnya bukan lomba, lebih ke seru-seruan warga. Tapi nanti ada hadiah pembinaan untuk peserta yang paling menarik supaya yang lain juga tambah semangat ikut," ujarnya di sela kegiatan.

Baca Juga: Guru PPPK Akhirnya Dapat Kepastian, Gaji ke-13 2026 Resmi Diatur dalam PP Baru

Menurutnya, antusiasme warga terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun lalu hanya diikuti tujuh peserta, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 12 rombongan.

"Kami berharap ke depan bisa lebih meriah lagi, skalanya lebih besar lagi," katanya.

Sandy menyebut, tradisi takbir keliling lebih ramai digelar saat Iduladha dibanding Idulfitri.

Sebab, pada momen Lebaran banyak warga yang mudik sehingga jumlah peserta berkurang.

"Kalau Idul Fitri tetap ada, tapi kecil-kecilan. Kalau Iduladha warga banyak yang tetap di sini, jadi lebih ramai," jelasnya.

Malam itu, takbir keliling bukan sekadar pawai. Di tengah gemerlap lampu dan kostum lucu, warga Gisikdrono seperti sedang merawat satu hal penting, yakni kebersamaan. 

Anak-anak, remaja, hingga orang tua larut dalam suasana syukur menyambut Hari Raya Kurban. Denting beduk dan lantunan takbir pun terus menggema hingga malam semakin larut. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kecamatan Semarang Barat #Takbir Keliling #Kelurahan Gisikdrono #iduladha