RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemasangan trucuk bambu dan karung berisi pasir mulai dilakukan, paska amblasnya tanggul dan jalan di Jembawan I, Kalibanteng Kidul, Semarang Barat.
Hal ini dilakukan agar tanggul dan jalan yang amblas tidak semakin parah, apalagi curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi sehingga membuat warga ketar-ketir.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, satu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang diturunkan untuk meratakan tanggul yang amblas, dan memasang sand bag, Jumat (15/5).
Baca Juga: Panti Sosial Among Jiwo Milik Dinsos Semarang Overload
Tujuannya agar amblasan tanah sepanjang 41 meter ini tidak semakin parah ketika aliran Sungai Silandak penuh saat curah hujan tinggi.
"Saat ini sedang dilakukan perbaikan, kita bantu alat berat untuk penguatan jalan," kata Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, Jumat (15/5).
Dia menjelaskan, sistem perbaikan dilakukan dengan membongkar tanggul yang amblas.
Baca Juga: Jembatan Jalan Honggowongso Semarang Ambrol, Seorang Pemotor Terperosok
Sementara tanah yang amblas dipasangi trucuk bambu serta sand bag agar tidak semakin meluas, sekaligus menjadi tanggul darurat atau tanggul sementara.
"Kita sudah koordinasi dengan BBWS dan Disperkim, ini sudah dipasang trucuk bambu dan sand bag agar tidak meluas dan sebagai tanggul darurat," bebernya.
Pembangunan tanggul kata dia, akan dilakukan oleh BBWS, sementara pembangunan jalan dilakukan oleh Disperkim.
Jalan yang baru kata dia, akan dibangun setelah tanggul selesai dibangun, serta dilakukan penguatan dan pemadatan jalan.
Suwarto berharap agar BBWS melakukan pembangunan tanggul permanen dilakukan percepatan, apalagi akhir-akhir ini curah hujan diprediksi masih sangat tinggi.
Tak jauh dari bibir tanggul yang amblas, ada sekitar empat rumah yang dikhawatirkan terdampak.
"Harusnya dipercepat, penanganan sementara dilakukan agar amblasan tidak meluas ke permukiman," pungkasnya.
Sebelumnya Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati mejelaskan rusaknya tanggul yang jebol sekitar 41 meter, sementara tanah yang ambles kurang lebih setinggi dua meter. Hal ini terjadi karena tanggul mengalami kemiringan dan ada rembesan.
"Dari hasil survey penurunan jalan sepanjang 41 meter tersebut dipicu oleh kondisi tanggul Sungai Silandak yang mengalami kemiringan dan rembesan. Aliran air yang menggerus pondasi talud menyebabkan tanah di bawah badan jalan ikut tertarik, sehingga memicu amblas," tambah dia.
Anggota DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, meminta agar perbaikan tanggul bisa dilakukan secara cepat, apalagi kondisi tanggul lebih tinggi jika dibandingkan area perkampungan, yang dikhawatirkan semakin parah karena curah hujan akhir-akhir ini masih cukup tinggi.
Baca Juga: Mobil Toyota Land Cruiser FJ 2026 Harga Lebih Murah Dibandingkan Fortuner Ini Fiturnya
"Kalau belum diperbaiki, nanti air akan masuk ke perkampungan. Yang terimbas pasti satu RW disana,"ujarnya.
Politikus PDI-Perjuangan ini menilai aliran Sungai Silandak yang berbelok, membuat tanggul rusak dan ambles karena ada perputaran air dibawah tanggul. Ditambah bangunan tanggul yang roboh kemarin usianya cukup tua.
"Usianya tanggul juga sudah tua, kalau nggak salah dibangun sejak tahun 1981 lalu, jadi memang rawan jebol," bebernya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi