RADARSEMARANG.ID- Jumlah kios PKL di Pasar Kanjengan, Kauman, Semarang Tengah yang terbakar ternyata mencapai 468 lapak, termasuk pertokoan di ruko Blok F.
Sekarang ini, Polrestabes Semarang juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran Rabu (29/4/2026) tengah malam.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Heri Wahyudi mengungkapkan telah melakukan update terkait jumlah kios yang terbakar di lokasi Pasar Kanjengan.
Sekarang ini, jumlah kios yang terbakar bertambah, dari sebelumnya mencapai 200 kios.
"Korbannya itu kurang lebih ada sekitar 200 kios. Namun tadi pagi kita sudah dikonfirmasi ulang oleh Dinas Perdagangan bahwa kios yang terbakar itu ternyata bukan 200, tetapi lebih 400 kios," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (30/4/2026).
Penanganan selanjutnya, dilakukan penyelidikan dengan melibatkan Inafis Polrestabes Semarang dan Labfor untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Termasuk melibatkan dari Polda Jateng.
"Tadi saya laporkan juga ke pimpinan bahwa ini akan kita tidak lanjutkan dengan menurunkan tim Inafis dari Polda," jelasnya.
Baca Juga: Api Sempat Menyala Lagi Disertai Suara Ledakan saat Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang
"Belum bisa ketahui (penyebab kebakaran). Syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya ke apa kios-kios saja yang hancur terbakar," pungkasnya.
Sementara, Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva menyebut terus melakukan pendataan jumlah kios yang terbakar tersebut. Pendataan ini juga terkait menghitung kerugian materiil.
"Total 468 yang terbakar, 450 dari los PKL dan 26 terbakar dari ruko Blok F. Kerugian ditafsir Rp 5-6 milyar,' bebernya dilokasi kebakaran, Kamis (30/4/2026).
Pihaknya sekarang ini bersama pemerintah Kota Semarang juga tengah memikirkan nasib para pedagang yang terdampak kebakaran tersebut.
Langkah selanjutnya, mencarikan tempat relokasi sementara supaya pedagang bisa berjualan kembali.
"Kami dari Disdag akan segera melakukan relokasi bagi yang terdampak kebakaran supaya mereka bisa segera jualan lagi. Kebetulan saya punya tempat di pasar Kanjengan yang baru, itu bisa menampung 100-150 pedagang," jelasnya.
"Saya barusan rapat dengan bidang, dan hari ini segera kita siapkan relokasi ke pasar terdekat di lantai 3 dan 4 pasar Kanjengan baru," katanya.
Selain relokasi, Disdag juga akan berkoordinasi dengan Perusahaan Pengelola Pasar (PPJ) untuk mengajukan bantuan bagi para pedagang terdampak, termasuk bantuan kebutuhan pokok.
Pemkot Semarang juga tengah menyiapkan sejumlah konsep penataan untuk area bekas kebakaran.
"Hal ini dilakukan agar kawasan tersebut dapat kembali tertata dan berfungsi optimal setelah proses pemulihan selesai," katanya.
Selain itu juga akan meminta arahan lebih lanjut dari Wali Kota Semarang terkait langkah penanganan berikutnya.
Termasuk kemungkinan pemberian relaksasi kredit yang saat ini masih dalam tahap pembahasan.
"Kita akan minta petunjuk Bu Wali kedepan seperti apa. Untuk relaksasi kredit sementara belum tahu," pungkasnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya belum bisa menyampaikan karena masih dalam penyelidikan kepolisian.
Meski demikian, pihaknya juga turut melakukan investigasi termasuk pendataan pedagang yang terkena musibah kebakaran.
"Sudah Kita investigasi pedagang hari ini mau jualan di mana aka kita fasilitasi. Tapi penyebab utama kebakaran biar dari mana itu kepolisian pihak kepolisian, sudah diambil alih, sedang diselidiki," pungkasnya.
Ketua PPJ Kota Semarang, Atmaji mengaku bersama dengan para pedagang akan mengikuti arahan dari Pemerintah Kota Semarang termasuk Dinas Perdagangan terkait tempat relokasi sementara yang menjadi pilihan.
"Apapun yang terjadi kita ikuti kesana dulu, Sementara kita ikuti dari dinas perdagangan, teman-teman kita ajak kesana," katanya.
Pihaknya menyebut, lokasi kios yang terbakar tersebut dibangun dengan swadaya mandiri pedagang, sejak 10 tahun silam. Ditempati ada berbagai kios untuk jualan pakaian sembako termasuk sendal dan sepatu.
Pihaknya juga berharap, lokasi yang kebakaran dapat segera diperbaiki supaya bisa kembali dipergunakan untuk jualan. Selain itu juga berharap mendapat suntikan dana sebagai modal berjualan.
'Harapannya pedagang seperti itu, ini bisa diperbaiki dan kembali disitu dan koordinasi dengan dinas perdagangan supaya sama-sama enak," harapnya.
"Harapannya juga ada suntikan modal," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, komplek Blok F di Pasar Kanjengan yang berlokasi di Kauman, Kecamatan Semarang Tengah kebakar, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 22.30.
Selain itu, api juga membakar kios lapak yang berada di belakang Blok F, tepatnya sisi selatan. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi