Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Peserta UTBK Undip Diduga Pakai Alat Bantu Dengar, Begini Modusnya

Ida Fadilah • Selasa, 21 April 2026 | 18:33 WIB
IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG 
IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Beredar temuan diduga kecurangan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terjadi di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Berdasarkan informasi, ada seorang peserta yang menanamkan alat bantu dengar di dalam telinganya.

Atas kabar itu dikonfirmasi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro (Undip) Ir. Heru Susanto. Ia membenarkan informasi tersebut.

"Informasi tersebut benar. Tentu kami prihatin masih ditemukan peserta yang terjebak dalam praktik-praktik kecurangan," kata dia pada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Hanya Karena Menolak Mandi, Remaja Putri di Semarang Dibakar Pamannya

Atas peserta yang curang tersebut, pihaknya telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan.

"Kami telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan dan telah menyampaikan ke panitia pusat nasional. Terkait dengan sanksi tentau menjadi kewenangan panitai pusat," tambahnya.

Soal kronologinya, hal itu diketahui dari pemeriksaan yang dilakukan menggunakan metal detector. Dari situlah benda elektronik itu terdeteksi digunakan peserta.

"Karena kebetulan peserta ini perempuan ya, kemudian bagaimana SOP juga kami mengundang teman-teman panitia perempuan juga untuk melakukan pemeriksaan. Dan ternyata memang setelah dilakukan pemeriksaan terkonfirmasi di dalam pakaiannya memang juga ada metal, plus di dalam telinganya juga ada dapat metal (alat bantu dengar elektronik), gitu," ungkapnya.

Baca Juga: 134 Santri dan Warga Keracunan, Dinkes Tunggu Hasil Laboratorium

Dalam esekusi pengambilan alat itu juga tidak mudah karena alat cukup kecil. Bahkan panitia sendiri juga tidak berani untuk mengambil.

"Kami mau tidak mau akhirnya membawa ke klinik THT rumah sakit kami untuk diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan. Dan akhirnya memang terkonfirmasi sih bahwa memang ada metal yang ditanam di telinga juga atau sejenis peralatan yang ditanam di telinganya," jelasnya. 

Ia menegaskan, penemuan itu terjadi sebelum ujian dimulai. Bahkan peserta yang mendaftar di Fakultas Kedokteran tersebut belum masuk ruangan.

Heru juga menyatakan alat itu diakui oleh peserta memang dipakai. Namun ia tidak bisa menguraikan lebih dalam.

"Yang bersangkutan memang tidak mau menjelaskan informasi secara detail, tetapi apapun itu yang bersangkutan mengakui bahwa alat itu dipasang dalam rangka untuk pelaksanaan ujian itu," kata dia.

Atas temuan ini, Pusat UTBK Perguruan Tinggi seperti Undip hanya melaporkan kepada panitia pusat nasional bahwa telah terjadi.

Soal nanti apakah ada sanksi atau tidak itu adalah kewenangan dari kementerian.

Baca Juga: TPG Guru Bisa Dihentikan! Ini 5 Penyebab Tunjangan Tak Lagi Masuk Rekening PNS dan PPPK

Lebih lanjut ia menyatakan Undip terus berupaya untuk menjalankan protokol pelaksanaan UTBK di Pusat UTBK Perguruan Tinggi, sehingga dapat menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan ujian.

Ia pun menegaskan, di luar temua ini secara umum pelaksanaan UTBK berjalan lancar dan tidak ditemukan kecurangan lain.

Sementara itu, Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro (Undip), Dr. Nurul Hasfi menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan UTBK berjalan secara tertib, adil, dan transparan.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan prosedur pemeriksaan menggunakan metal detector bagi seluruh peserta sebelum memasuki ruang ujian. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi kecurangan serta menjaga integritas proses seleksi," katanya.

Selain itu, lanjutnya, sistem pelaksanaan tes juga terus diperbarui dan ditingkatkan oleh panitia pusat UTBK secara nasional.

Menurutnya, pembaruan ini mencakup penguatan sistem keamanan, peningkatan stabilitas platform ujian, serta pengawasan yang lebih ketat selama pelaksanaan tes berlangsung. 

"Undip sebagai pelaksana di daerah mengikuti seluruh standar dan protokol yang telah ditetapkan oleh panitia pusat guna menjamin kualitas dan kredibilitas hasil UTBK," tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dalam suasana yang kondusif. Dengan begitu hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing secara objektif.

Baca Juga: Resmi! Kemendikdasmen Izinkan Dana BOSP untuk Gaji PPPK Paruh Waktu, Ini Syaratnya dan Aturannya

Pernyataan tersebut menjawab adanya informasi kecurangan di pusat UTBK di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, berupa untuk menggunakan alat bantu dengar yang disampaikan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Prof Dr Ir Eduart Wolok di Jakarta. Ia menyebut alat bantu dengar itu sampai masuk ke dalam telinga. Bahkan untuk melepasnya mesti membutuhkan bantuan dokter THT.

Adapun pelaksanaan UTBK-SNBT akan berlangsung pada Selasa, 21 April hingga 29 April 2026. Di Pusat UTBK UNDIP, jumlah pendaftar yang akan mengikuti ujian tercatat mencapai 23.933 peserta. Untuk mendukung pelaksanaan ujian, UNDIP telah menyiapkan lebih dari 1.400 unit komputer serta ruang ujian ber-AC yang nyaman, tersebar di berbagai gedung di Kampus Tembalang dan Pleburan. (ifa)

Editor : Baskoro Septiadi
#Undip Semarang #Universitas Diponegoro #UTBK #SNBT