Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

134 Santri dan Warga Keracunan, Dinkes Tunggu Hasil Laboratorium

W
Penulis: Wahib Pribadi❯
Kepala Dinkes Demak dr Ali Maimun MKes jumpa pers dengan media. (Wahibpribadi)
Kepala Dinkes Demak dr Ali Maimun MKes jumpa pers dengan media. (Wahibpribadi)

Advertisement

 

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak hingga kemarin mencatat masih ada 134 santri dan warga Desa Pilangwetan dan Solowire, Kecamatan Kebonagung yang dirawat akibat keracunan nasi goreng jatah makanan bergizi gratis (MBG). 

Kepala Dinkes Demak, dr H Ali Maimun, MKes menyampaikan, dari jumlah yang keracunan itu, 68 pasien masih rawat inap dan 66 orang lainnya rawat jalan. 

Advertisement

Yang rawat inap, sebanyak 35 orang dirawat di RS Getas Pendowo Gubug, 14 dirawat di RSUD Sultan Fatah Karangawen, 10 orang dirawat di RS PKU Muhamadiyah Gubug, 3 pasien dirawat di RSUD Sunan Kalijaga Demak, 1 pasien dirawat di RSI NU Demak dan 5 orang pasien dirawat di Puskesmas Kebonagung.

"Kita telah melakukan inspeksi atau pantauan ke lokasi terjadinya dugaan keracunan ini, termasuk ke SPPG Pilangwetan Kebonagung,"ujar Ali kemarin.

Advertisement

Menurutnya, berdasarkan penelitian tim Dinkes Demak, untuk sementara keracunan diduga berasal dari makanan (nasi goreng) yang disajikan SPPG Pilangwetan yang beroperasi di bawah naungan Yayasan Khidmatul Ummah Madani. 

"Untuk sementara operasional SPPG terkait dihentikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),"jelasnya.

Mendasarkan kasus keracunan itu, Dinkes Kabupaten Demak memberikan saran agar tiap SPPG memperbaiki sarana prasarana dapurnya, menjaga kebersihan alat dapur dan mentaati standar operasional (SOP).

Ketua Paguyuban SPPG Kabupaten Demak, Edi Sayudi menegaskan, dugaan keracunan tidak perlu terjadi manakala SPPG mentaati regulasi yang ada.

Mendapati kondisi seperti itu, Paguyuban SPPG Kabupaten Demak menghimbau agar pengelola SPPG bisa mentaati aturan yang berlaku termasuk soal pengiriman makanan rapelan yang basah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Temuan Baru Kasus TBC di Demak Terbanyak di Jateng, 8.356 Suspect Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Temuan Baru Kasus TBC di Demak Terbanyak di Jateng, 8.356 Suspect Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Kepala Dinkes Demak dr Ali Maimun menambahkan, temuan baru TBC di Demak nomor 1 se- Jateng. "Banyak ditemukan justru lebih baik karena bisa diketahui langsung sehingga bisa ditangani cepat,"katanya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer