RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih belum menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) pada Jumat (10/4).
Adapun penerapan WFH sendiri merupakan arahan dari Pemerintah Pusat sebagai upaya untuk menghemat dan mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan kebijakan WFH bagi ASN setiap Jumat.
Baca Juga: Demo di Semarang, Mahasiswa Kecewa dan Tinggalkan Audiensi dengan Anggota Komisi B DPRD Jateng
Padahal sesuai arahan Pusat, WFH mulai pertama kali dilakukan Jumat (10/4). Agustina mengaku masih melakukan kajian untuk penerapan WFH.
"Saya tadi sudah minta Hb dirapatkan agar ada aksi spesifik tidak hanya WFH, intinya dimanapun kita bekerja pelayanan tidak boleh terganggu," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (9/4) petang.
Dia mengaku lebih fokus pada pengurangan anggaran BBM bagi pejabat di lingkungan Pemkot Semarang, sehingga kebijakan WFH belum dipandang sebagai langkah yang mendesak.
Apalagi rencananya, Jumat (10/4) akan ada kegiatan penting bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polrestabes Semarang.
Acara yang mengundang ratusan orang tersebut disebut membutuhkan kehadiran pegawai Pemkot untuk memastikan kelancaran acara.
"Belum WFH untuk besok, kami sudah ada jadwal penandatanganan Pakta Integritas dengan pembicara dari Wakil Ketua KPK, Kejari dan Polrestabes Semarang. Sehingga besok ada sekitar 400 orang yang datang ke sini," ungkapnya.
Dia menegaskan, Pemkot memiliki cara tersendiri untuk mengurangi penggunaan BBM dengan cara memangkas anggaran perjalanan dinas. Langkah ini masih dalam kajian jajarannya.
Politikus PDI-Perjuangan ini mengaku bakal mengumumkan hasil perhitungan dan skema pengurangan anggaran BBM. Selain itu dia menegaskan, aturan penghematan energi tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kalau ASN WFH tapi mobil dinas tetap mendapat suplai BBM, di mana proses penghematannya? Intinya, kita menghemat, dengan mengurangi penggunaan bensin untuk mobil dinas,"pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi