Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Viral Kasus Motor Hangus di SPBU Sriwijaya Semarang, Damkar Bilang Begini

Adennyar Wicaksono • Senin, 6 April 2026 | 20:50 WIB
Viral Kasus Motor Hangus di SPBU Sriwijaya Semarang, Damkar Bilang Begini
Viral Kasus Motor Hangus di SPBU Sriwijaya Semarang, Damkar Bilang Begini

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Viral di media sosial sebuah kendaraan Yamaha FIZ R, yang hangus terbakar di SPBU Sriwijaya, memantik reaksi netizen yang menilai jika petugas SPBU kurang sigap dalam membantu pemilik kendaraan memadamkan api.

Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) dalam narasi di sosial media, disebutkan baru digunakan saat ke kendaraan tinggal rangka. Alasannya penggunaan APAR harus seizin pihak manajemen.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Levi, Teman Terdakwa AKBP Basuki Bilang Begini

Meksipun diketahui kasus tersebut sudah berakhir damai, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, menyayangkan kejadian tersebut karena dianggap petugas SPBU kurang peka untuk membantu pemadaman.

"Tentu kami sayangkan ya kita perlu mengawal untuk peningkatan sumber daya manusia ketika situasi darurat segera melakukan pencegahan maupun pemadaman api," kata Kepala Damkar Kota Semarang, Sih Rianung, Senin (6/4).

Damkar kata dia, sudah melakukan inspeksi, hasilnya kecepatan penanganan dari petugas SPBU dinilai kurang.

Pihaknya mengaku meminta Pertamina membina semua petugas SPBU di Kota Semarang demi mencegah kebakaran yang bisa merugikan materiil lebih besar. 

"Alatnya kan ada, dan harus dipakai. Kalau api semakin besar sulit dipadamkan, jadi harus ada kepekaan untuk memadamkan api," tuturnya.

Rianung menerangkan, dalam kejadian darurat seperti motor terbakar di SPBU Sriwijaya, petugas harus faham pentingnya proteksi terhadap bahaya, mengingat area SPBU termasuk lokasi sensitif.

Pihaknya menyayangkan, narasi bahwa APAR tidak segera digunakan untuk memadamkan kobaran api karena dinilai mahal. Logika tersebut justru berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Yang mahal itu justru kerugian. Isi ulang APAR itu ada yang paling murah cuman Rp60.000 per kilo, " keluhnya. 

Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menambahkan pentingnya kesadaran petugas SPBU maupun masyarakat umum untuk segera menggunakan APAR begitu api terlihat, tanpa menunggu persetujuan pimpinan.

Baca Juga: Nyalip dari Kiri, Pemotor Senggol Truk Gandeng di JLS Salatiga

"Karena alat itu memang digunakan memadamkan api, Kalau sudah ada api, tidak hanya di SPBU, kecepatan untuk memadamkan dengan APAR harus dilakukan," tambahnya

Damkar kata dia, berusaha meningkatkan kepekaan masyarakat ketika, terjadi kebakaran.

 Misalnya dengan penggunaan APAR atau alat pemadaman lainnya agar api tidak membesar dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Petugas SPBU kata dia, juga harus memahami situasi darurat, misalnya ketika terjadi kebakaran dan cara menggunakan APAR.

"Fokus kami dari Damkar adalah bagaimana masyarakat ini lebih aware ketika terjadi kebakaran," pungkasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#KEBAKARAN #spbu #APAR #DAMKAR