RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebakaran rumah di Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Jatingaleh, Candisari Kota Semarang yang menewaskan satu orang belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api.
Dugaan sementara, munculnya api disebabkan oleh rokok, hingga akhirnya, bangunan rumah huni sekaligus untuk warung kelontong tersebut hangus terbakar, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 07.30.
Korban meninggal diketahui bernama RS Wahyono, pria kelahiran tahun 1931. Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
Korban ditemukan di ruangan tengah, yang setiap hari dipakai untuk tempat tidur.
Terlihat, bangunan rumah tersebut memanjang ke belakang. Namun kondisinya sudah berantakan lantaran hangus terbakar.
Bangunan depan digunakan sebagai warung atau toko kelontong sembako.
Warung tersebut menyatu menyambung dengan ruangan tengah yang dipakai korban tidur. Lalu menyambung ke belakang, dipakai untuk anak korban, Lilis dan suaminya.
"Mbah Kakung (korban) ditemukan di ruangan tengah, pas kejadian kebakaran," ungkap perempuan bernama Yuli, merupakan cucu korban dilokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (1/3/2026).
Saat kejadian, dalam rumah tersebut terdapat tiga orang, Lilis dan suaminya, termasuk korban. Sebelum kejadian, korban sempat diantar ke kamar mandi oleh Subroto, suami Lilis.
"Awalnya minta dibantu ke kamar mandi di belakang, itu habis sahur. Dibantu Om (Subroto) saya ke belakang. Terus diantar lagi ke kamar tidur. Terus ditinggal tidur sama Om saya," katanya.
Selang tidak berapa lama ditinggal Subroto kembali ke belakang ke kamar tidur, terjadi kebakaran. Api bersumber dari rungan tengah, tempat tidur korban.
"Pas dibawa ke kamar mandi itu belum ada asap. Baru Om (Subroto) masuk, ke kamar tidur. Ternyata Kakung disini ngerokok, tidak tahu," bebernya.
"Yang ngerokok Kakung. Karena kebiasaanya Kakung gitu masih rokok, udah sepuh," sambungnya.
Subroto langsung berupaya menyelamatkan korban. Sedangkan isterinya juga berinisiatif keluar rumah teriak-teriak minta tolong.
Namun upaya penyelamatan korban tidak berhasil. Sebab, api dan asap hitam pekat sudah menyelimuti ruangan dalam rumah tersebut.
"Om saya nyelametin disiram dulu tapi tidak bisa, karena api sudah gede. Mau narik membawa ke luar sudah keburu ada asap," jelasnya.
Korban baru berhasil dievakuasi setelah adanya pertolongan dari warga dan personil Damkar Kota Semarang dengan mengerahkan enam unit kendaraan tangki air.
Setelah itu, korban dievakuasi keluar dan selanjutnya dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan lebih lanjut.
"Rencana nanti dimakamkan di Kedung Winong Semeru, Gajahmungkur, ini masih diotopsi dulu di RSUP Kariadi, terus dibawa ke rumah duka Elisabeth," katanya.
Sementara, Basuki yang juga merupakan kerabat dari keluarga korban mengatakan sama, dugaan sementara munculnya api dipicu dari rokok.
"Ketika ditolong itu sudah posisi korban dibawah, jatuh, masih hidup. Terus diupayakan dibawa keluar," katanya.
Basuki juga mengaku, pada saat kejadian sedang bersama isterinya, beribadat di Gereja. Setelah mendapat kabar tersebut langsung menuju rumah korban.
Menanggapi dugaan kebakaran disebabkan rokok, pihaknya juga tidak menampik hal tersebut.
"Kasur sudah hangus habis terbakar, apinya kan bersumber dari rungan tengah, yang dipakai Mbah Kakung. Embah dibawa ke belakang dibantu orang kampung, lewat belakang," bebernya.
Ketua RT setempat, Rizal mengatakan, warganya tersebut meninggal dalam kondisi luka bakar, hampir sekujur tubuhnya. Sedangkan satu orang, juga dilakukan penanganan medis Ambulan Hebat Kota Semarang.
"Korban yang meninggal itu kan sudah tua, usianya sekitaran 95 tahun. Sudah sepuh, sudah pikun, gerakannya lambat," katanya.
"Dugaan sementara akibat rokok karena korban masih rokok. Anaknya yang ngasih tau. Mantunya (Broto) juga dalam penanganan medis karena mengirup asap kebakaran, pas berupaya nolong korban," imbuhnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi