RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tiga halte milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang, tenggelam paska Jalan Brigjend Sudiarto dilakukan pembetonan.
Hal ini membuat warga yang akan menaiki bus Trans Semarang, kesulitan karena jarak antara halte dan pintu bus terlalu tinggi.
Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menjelaskan jika imbas peninggian jalan, terdapat tiga titik halte yang terdampak, terdiri dari satu halte portable dan dua halte permanen.
"Ada tiga halte yang terdampak, kita lakukan pendataan, ada satu portable dan dua permanen," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (13/1).
Dia menjelaskan, tiga halte tersebut berada di Halte Pucang Gading dekat Penggaron arah ke kota, Halte Manunggal Jati arah ke kota, serta Halte Jalan Zebra arah ke kota.
Haris memastikan akan melakukan renovasi berupa peninggian halte agar kembali sesuai dengan ketinggian semula dan dapat digunakan secara aman oleh penumpang.
"Untuk upayanya nanti akan kita lakukan peninggian. Jadi akan kita renovasi agar ketinggiannya kembali seperti semula," jelasnya.
Dia menjelaskan, sembari menunggu proses perbaikan, Trans Semarang menerapkan mitigasi sementara dengan mengalihkan aktivitas naik dan turun penumpang melalui pintu depan bus.
"Untuk mitigasi kita di awal sementara penumpang kita alihkan supaya naik turun lewat pintu depan," tambah dia.
Haris juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada komunikasi terkait pekerjaan pengecoran jalan.
Namun, dalam pelaksanaannya, pihak Trans Semarang tetap mendapati dampak yang tidak terduga, salah satunya adalah halte yang tertanam.
"Kita sudah ada komunikasi, tapi dalam pelaksanaannya masih ditemukan halte portable kami pun sampai dicor. Itu hasil temuan dari teman-teman internal Trans Semarang," ungkapnya.
Untuk jadwal perbaikan, Haris menargetkan proses perhitungan renovasi rampung dalam pekan ini dan pengerjaan fisik dapat segera dilakukan.
"Minggu ini kami upayakan penghitungan renovasinya selesai, insya Allah minggu depan sudah mulai eksekusi," ucapnya.
Ia memperkirakan proses peninggian halte akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu, tergantung situasi di lapangan.
Meski halte terdampak, Haris memastikan operasional Trans Semarang secara umum tidak mengalami gangguan berarti.
"Kalau untuk kendala alhamdulillah enggak ada, Mbak. Karena secara jalur tidak terlalu terdampak, hanya fasilitas haltenya saja," pungkasnya.
Sementara itu, anggota Fraksi PKS DPRD Kota Semarang, Ali Umar Dhani menyayangkan adanya temuan halte yang terendam pengecoran.
"Kami menerima laporan dari masyarakat, ada beberapa halte bus yang terendam karena pengecoran beton, salah satunya adalah halte di depan SPBU Penggaron, Man 1 Semarang, dan Manunggal Jati. Ada juga di Jalan Zebra," ujarnya.
Ali Umar Dhani menegaskan, permasalahan ini harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota dan pihak terkait.
Seharusnya kata dia, meningkatkan infrastruktur, namun seharusnya keberpihakan terhadap kenyamanan warga, terutama para pengguna angkutan umum, juga menjadi prioritas.
"Halte-halte yang tergenang beton ini tentunya mengganggu mobilitas masyarakat, yang seharusnya dapat mengakses transportasi umum dengan mudah," keluhnya.
Politikus dari Fraksi Partai PKS ini juga menyoroti kurangnya koordinasi antara pemerintah kota dan pihak kontraktor proyek dalam hal perencanaan dan pelaksanaan pengecoran jalan.
"Dari laporan yang kami terima, beberapa titik halte yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban pengecoran. Ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas publik yang sangat penting," tegasnya.
Sebagai langkah lanjut, Ali Umar Dhani meminta pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan evaluasi dan memperbaiki halte bus trans semarang yang tenggelam.
"Kami meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan dan peninggian terhadap hatle, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," katanya.
Menurutnya, tindakan perbaikan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan, baik dalam hal pembangunan halte yang terkena imbas, maupun dalam memberikan solusi transportasi alternatif bagi pengguna Trans Semarang yang terdampak.
"Harapan kami, dengan evaluasi yang lebih baik, proyek-proyek besar seperti ini bisa lebih memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada angkutan umum,"pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi