RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sopir bus Cahaya Trans yang mengalami kecelakaan maut di Exit Jalan Tol Krapyak Kota Semarang telah menjalani tes urine di Polrestabes Semarang. Hasilnya, belum ditemukan adanya unsur penggunaan narkoba.
"Untuk saat ini sopir bus sudah di cek urine nya negatif, nihil gunakan obat-obatan terlarang," ungkap Kabudhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (23/12/2025).
Sopir tersebut diketahui bernama Gilang, 22, warga asal Guguak Panjang, Kota Bukir Tinggi Sumatera Barat.
Berdasarkan data kepolisian, tercatat memiliki SIM B1 Umum. Namun, Gilang bukanlah sopir utama, melainkan cadangan.
Meski demikian, proses hukum terhadap yang bersangkutan masih terus berjalan. Kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir tersebut guna mengungkap faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan 16 orang penumpang dan 17 orang mengalami luka.
"Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang saat ini masih melakukan olah TKP mendalam dengan melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Jateng. Kami akan segera menyampaikan hasil penyelidikan menyeluruh ini dalam waktu dekat," tegasnya.
Terkait hasil pemeriksaan sopir dan status yang bersangkutan, Kombes Pol Artanto mengatakan akan berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang guna memastikan hasil pemeriksaan tersebut.
"Kemarin (Senin) sudah dilakukan pemeriksaan oleh Satlantas Polrestabes Semarang," katanya.
Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Syahduddi belum bisa menyimpulkan faktor penyebab kecelakaan tersebut.
Pihaknya mengatakan saat ini tim TAA Ditlantas Polda Jateng sedang melakukan kegiatan penelitian dan penyelidikan.
"Jadi memang banyak aspek yang diteliti, mulai terkait kondisi kendaraan, kondisi pengemudi bus, kondisi faktor jalan dan faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya Kecelakaan tersebut," ungkapnya.
"Sehingga memang tim sedang bekerja melakukan proses penelitian dan penyelidikan, ada banyak faktor kemungkinan yang terjadi kenapa bus bisa sampai terguling sehingga menimbulkan banyak korban," bebernya.
Pihaknya juga mengatakan, sampai saat ini masih mengamankan dua orang sopir bus beserta kernet guna kepentingan penyelidikan.
Hasil dari pendalaman awal yang dilakukan penyidik, diketahui bahwa sopir bus tersebut tergolong masih berusia muda dengan jam terbang mengemudi yang relatif minim.
"Pengemudi merasakan kondisi yang mengalami auto control sehingga mengakibatkan kendaraan bus terguling dan menyeret beberapa pembatas jalan yang mengakibatkan banyak korban meninggal dunia," katanya.
Menurutnya, kondisi ini menjadi salah satu aspek penting yang tengah didalami untuk mengungkap secara komprehensif penyebab kecelakaan maut tersebut.
"Polrestabes Semarang terus berupaya memberikan pelayanan maksimal, mulai dari proses identifikasi korban, penanganan medis, hingga pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing," ujarnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi