Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tiket Semarang 10K 2025 Ludes dalam 30 Menit, Antusias Pelari Membludak

Puput Puspitasari • Minggu, 14 Desember 2025 | 01:50 WIB
Antusiasme peserta terlihat sejak pendaftaran dibuka. Tiket lomba habis dalam waktu kurang dari 30 menit, meski sempat terkendala proses pembayaran di sistem.
Antusiasme peserta terlihat sejak pendaftaran dibuka. Tiket lomba habis dalam waktu kurang dari 30 menit, meski sempat terkendala proses pembayaran di sistem.

SEMARANG, Radar Semarang – Ajang lari Semarang 10K 2025 akan digelar pada Minggu (14/12/2025) dengan titik start dan finish di Balai Kota Semarang. Tahun ini, jumlah peserta mencetak rekor tertinggi sejak pertama kali diselenggarakan, mencapai 3.000 pelari dari dalam dan luar negeri.

Lonjakan jumlah peserta tersebut menegaskan posisi Semarang 10K sebagai salah satu lomba lari kota yang terus berkembang dan semakin diminati. Pada edisi sebelumnya, jumlah peserta tercatat sekitar 2.500 orang.

Manager Event Harian Kompas, Sri Aswito Zainul, mengatakan peningkatan peserta menjadi salah satu pembeda utama Semarang 10K tahun ini.

“Yang paling signifikan ada dua. Pertama dari jumlah peserta, tahun lalu 2.500 sekarang menjadi 3.000. Kedua, tahun ini kami menerapkan cut off point yang sebelumnya belum pernah dilakukan,” ujar Aswito, Sabtu (13/12/2025).

Cut Off Point Baru, Lomba Makin Kompetitif
Pada Semarang 10K 2025, panitia menerapkan cut off point (COP) di kilometer 8,2, tepatnya di kawasan Simpang Jembatan Mberok. Peserta wajib melewati titik tersebut dalam waktu maksimal 60 menit.

Peserta yang tidak memenuhi batas waktu tersebut tidak diperkenankan melanjutkan lomba dan tidak berhak mendapatkan medali.

“Dengan COP ini, Semarang 10K menjadi lebih kompetitif,” kata Aswito.

Rute Datar dan Ikon Kota Jadi Daya Tarik
Rute Semarang 10K tahun ini tidak banyak berubah. Pelari akan melintasi sejumlah ikon kota seperti Tugu Muda, Simpang Lima, Jalan MT Haryono, Kota Lama, hingga Jalan Pemuda.

Karakter rute yang relatif datar menjadikan Semarang 10K dikenal sebagai ajang favorit untuk mengejar personal best (PB).

“Dengan rute ini dan adanya COP, pelari benar-benar ditantang,” ujar Aswito.

Kategori Kids Race Jadi Pembaruan
Selain kategori 10K utama, Semarang 10K 2025 juga menghadirkan Kids Race sebagai pembaruan.

Komposisi peserta Kids Race didominasi anak laki-laki sekitar 65 persen, dan sisanya perempuan.

Berdasarkan data panitia, sekitar 60–70 persen peserta berasal dari luar Kota Semarang, dengan daerah asal terbanyak dari Jakarta, Bekasi, dan Surabaya. Meski demikian, Kota Semarang tetap menjadi penyumbang peserta terbesar secara individu.

Antusiasme peserta terlihat sejak pendaftaran dibuka. Tiket lomba habis dalam waktu kurang dari 30 menit, meski sempat terkendala proses pembayaran di sistem.

“Kalau peserta mendaftar paling habis 15 menit,” kata Aswito. (put)

Editor : H. Arif Riyanto
#Semarang 10 K #kompas