RADARSEMARANG.ID, Semarang - Operasional layanan Trans Semarang, kembali mendapat sorotan dari DPRD Kota Semarang.
Salah satu yang disorot adalah masih ditemukannya driver yang ugal-ugalan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto, menegaskan bahwa pemerintah kota memikul tanggung jawab besar untuk memastikan layanan transportasi umum berjalan dengan baik, nyaman, dan memenuhi standar kesehatan bagi masyarakat.
"Keluhan warga sudah cukup banyak, kita berkali-kali memberikan teguran dan rekomendasi kepada operator agar meningkatkan pengawasan serta memberikan sanksi untuk yang melanggar," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, di Quest Simpang Lima, Rabu (10/12).
Ruki sapaannya, menjelaskan teguran ini diharapkan bisa memberikan efek jera bagi driver ataupun operator.
Selain itu, menurutnya saat ini Pemkot Semarang telah menyiapkan sejumlah program peningkatan layanan transportasi untuk tahun depan.
Dia menjelaskan, salah satunya adalah sorotan kepada Koridor I yang menjadi sorotan publik, yakni dengan menganggarkan bus listrik untuk mengganti bus yang sudah berusia tua.
"Kami berharap rencana ini dapat segera diwujudkan karena masyarakat sudah menunggu perbaikan layanan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Trans Semarang, Donal Dwi Hermawan, menjelaskan untuk keluhan mengenai sopir yang berkendara secara ugal-ugalan, menurutnya pihak management telah melakukan evaluasi dan memberikan peringatan rutin kepada operator.
"Kami selalu memberikan arahan dan teguran. Ada briefing rutin agar pengemudi mematuhi standar kerja. Sanksinya juga berjenjang, mulai dari teguran tertulis, surat peringatan, hingga pemutusan hubungan kerja," jelasnya.
Dia menjelaskan, proses perekrutan sopir sepenuhnya menjadi tanggung jawab operator, termasuk pelaksanaan psikotest untuk menilai kelayakan pengemudi.
Sementara untuk posisi seperti petugas tiket, Donal menjelaskan bahwa jabatan tersebut berada langsung di bawah BLU, bukan operator.