RADARSEMARANG.ID, Semarang - Paska meninggalnya politikus PDI-Perjuangan V. Djoko Riyanto,yang sekaligus suami dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti beberapa waktu lalu, partai berlambang banteng sampai saat ini belum menentukan nama pengganti atau rencana melakukan pergantian antar waktu (PAW).
Diketahui Almarhum merupakan anggota DPRD Kota Semarang aktif, di Komisi C sampai 2029 mendatang, dan telah menjadi anggota selama empat periode berturut-turut.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman mengaku masih menunggu keputusan dari Agustina Wilujeng yang merupakan istri dari almarhum Djoko, terkait PAW. Pilus sapaannya, hal ini dilakukan agar tidak menyinggung keluarga yang masih dalam keadaan berduka.
"Kalau PAW pasti dilakukan , tapi saat ini belum. Keluarga masih berduka, mungkin setelah 40 hari, kita lihat dulu perkembangannya, biar tidak menyinggung," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (30/11).
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI-Perjuangan ini menerangkan, mekanisme PAW yang jelas akan dilakukan oleh partai.
Jika tidak menurutnya partai yang akan mengalami kerugian, karena sudah ada anggaran gaji dan lainnya.
"Mekanisme ini tetap dilakukan, jika tidak merugikan bagi partai. Sudah ada anggaran yang dialokasikan," bebernya.
Meskipun begitu, pihaknya mengaku tidak ingin terburu-buru, atau menentukan target pengisian dengan melakukan PAW. Alasannya adalah karena menghormati keluarga yang ditinggalkan.
"Belum, kita harus melihat kondisi biar tidak menyinggung, karena masih dalam keadaan berduka,"paparnya.
Disinggung sosok pengganti Djoko, nantinya partai merujuk hasil suara calon legislatif dari partai berlambang moncong putih tersebut di daerah pilih 4 Banyumanik, Gajahmungkur dan Gunungpati.
Menurut informasi yang dihimpun, di Dapil 4, PDI-Perjuangan mendapatkan tiga kursi yakni Giyanto, lalu V.Djoko Riyanto, serta Yosi Yonardo. Sosok Endang Retnawati sendiri, berada di posisi keempat dengan 5.729 suara, dibawah Yosi.
"Kalau hasil dari KPU nya Bu Endang, kalau ditanya pengganti partai pasti mengacu kesana," pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi