Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Penerapan Parkir Eletronik di Semarang Terkendala Jukir Gaptek

Adennyar Wicaksono • Selasa, 25 November 2025 | 12:53 WIB
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Caturady Kristianto ketika menjelaskan kendala dalam penerapan parkir elektronik
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Caturady Kristianto ketika menjelaskan kendala dalam penerapan parkir elektronik

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang terus memperluas penerapan parkir elektronik.

Hal itu dilakukan melalui sosialisasi juru parkir (Jukir) di wilayah Semarang Tengah pada Senin (24/11)

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Caturady Kristianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya mendorong percepatan sistem pembayaran non-tunai di seluruh titik parkir resmi.

"Kita dorong jukir yang ada di Semarang Tengah untuk mulai berpindah ke sistem parkir elektronik," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Andreas sapaannya, menjelaskan jika seluruh jukir diwajibkan memakai aplikasi parkir elektronik yang dioperasikan melalui smartphone.

Caranya dengan mengunduh aplikasi di handphone, lalu memberikan QR atau barcode kepada pengguna. 

Saat ini, beberapa titik di Kecamatan Semarang Tengah telah menerapkan parkir elektronik, seperti kawasan Depok, Jalan Thamrin, dan Gajah Mada. Sejumlah lokasi lain sedang dalam proses penerapan.

Meski sudah berjalan, Andreas mengakui masih ada sejumlah kendala dalam penerapan sistem baru ini salah satunya adalah jukir yang masih gagap teknologi atau gaptek.

"Kendala utama adalah juru parkir gaptek, sehingga belum bisa mengoperasikan handphone. Lalu nggak punya handphone, dan terkahir adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang terbiasa membayar secara tunai," bebernya.

Dia menerangkan, masyarakat sebenarnya sudah mengetahui keberadaan parkir elektronik, tetapi transisi menuju pembayaran non-tunai memerlukan proses dan sosialisasi berkelanjutan.

Dishub Semarang memastikan sosialisasi akan terus dilakukan agar jukir dan masyarakat semakin memahami manfaat sistem parkir elektronik yang lebih transparan dan akuntabel.

"Masyarakat sudah banyak yang tahu soal parkir elektronik, hanya saja kebiasaan membayar tunai ini yang perlu perlahan kita ubah," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Semarang Tengah, Aniceto Magno Da Silva, menyoroti persoalan parkir yang menjadi tantangan utama di wilayahnya. 

Menurut dia,  hampir seluruh kawasan memiliki potensi parkir yang besar, namun tata kelolanya masih perlu dibenahi agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Potensinya sangat luar biasa, hampir setiap jalan menjadi lahan parkir," jelasnya.

Salah satu titik yang disoroti yakni kawasan Pekojan. Menurutnya, jumlah pengunjung jauh lebih banyak dibandingkan jumlah lahan parkir yang tersedia.

"Kalau dibilang kurang, ya memang kurang. Contohnya Pekojan, pengunjungnya banyak sekali tapi lahan parkirnya tidak ada. Akhirnya parkir di mana-mana,"tegasnya. (den)

Editor : Baskoro Septiadi
#dishub semarang #parkir elektronik #Jukir