RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Trans Semarang, bakal melakukan kajian khusus untuk armada yang memiliki koridor ekstrim, berupa tanjakan dan turunan.
Kajian ini dilakukan lantaran banyak temuan kasus kecelakaan, serta bus yang terbakar. Terbaru Armada Koridor 4, diketahui terbakar saat berada di tanjakan Silayur, Minggu (2/10) petang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menjelaskan kinerja dan beban mesin memang dipengaruhi topografi wilayah, misalnya koridor 2, 4, serta koridor 8, yang memiliki rute tanjakan serta turunan ekstrim.
"Kalau berbicara topografi, memang sedikit pengaruh kenierja mesin. Disatu sisi, usia armada menjadi penambah faktor, termasuk dengan jumlah penumpang," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (3/10).
Usulan kajian kata dia, dilakukan untuk rute Trans Semarang yang memiliki rute ekstrim. Nantinya kajian akan melibatkan akademisi serta pakar transportasi.
Hasil dari kajian ini digunakan untuk menentukan kebijakan yang paling pas, aman dan nyaman bagi pengguna Trans Semarang ataupun pengguna jalan.
"Nanti kita lihat rekomendasi dari hasil kajian, apakah penambahan armada agar bebannya berkurang, atau menggunakan armada lebih kecil, ataupun dilakukan re routing," jelasnya.
Terkait armada yang terjadi di tanjakan Silayur, Haris menerangkan, armada tersebut terbakar saat melakukan trip ke tujuh. Penyebabnya diduganya karena konseleting dinamo ampere.
"Ngga ada korban jiwa, armada juga sudah dibawa ke garasi. Ini kita cek penyebabnya untuk lebih detail," pungkas dia. (den)
Editor : Baskoro Septiadi