Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Warga Korban Banjir Kaligawe Semarang Mulai Diserang Penyakit

Figur Ronggo Wassalim • Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:12 WIB
Pemeriksaan kesehatan di Posko darurat yang berada di median Jalan Kaligawe Raya, Minggu (26/10).
Pemeriksaan kesehatan di Posko darurat yang berada di median Jalan Kaligawe Raya, Minggu (26/10).

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga korban banjir di wilayah Kaligawe Semarang mulai diserang berbagai penyakit.

Posko kesehatan di median Jalan Kaligawe Raya, depan SPBU Kaligawe mulai diserbu warga Minggu (26/10) pag.

Dari sanalah terdengar suara batuk, obrolan lirih, dan panggilan pasien. Posko kesehatan darurat itu menjadi tumpuan warga yang masih terdampak banjir.

 Baca Juga: Update Banjir Semarang, Sebagian Wilayah Genuk Mulai Surut, Pompa dan Dapur Umum Tetap Siaga

“Yang gatal kakinya ke sini, ya, Bu…” ujar dr Rahayu Dewi, dokter dari Puskesmas Gayamsari, sembari mempersiapkan salep dan obat-obatan. 

Sejak awal banjir melanda, atau pada 22 Oktober lalu, posko itu sudah aktif melayani warga setiap hari, dari pukul 08.00 hingga 12.00. Setiap hari bisa sampai 20 sampai 30 pasien datang.

Keluhannya paling sering infeksi kulit karena air banjir yang kotor. "Tapi ada juga yang datang karena mriyang dan masuk angin," katanya. 

Air banjir yang bercampur lumpur dan limbah rumah tangga memang menjadi sumber penyakit.

“Kalau sudah lama kena air, kulit bisa terinfeksi kutu air atau kurap. Kami juga terus waspadai leptospirosis, walau sejauh ini belum ada laporan kasus,” tambahnya.

Dari sisi medis, dr Dewi mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kebersihan.

“Kalau harus melewati banjir, segera cuci kaki dan tangan. Jangan langsung makan tanpa bersih-bersih dulu. Air banjir mengandung banyak virus dan bakteri yang bisa menyebabkan diare dan infeksi,” pesannya. 

Ia berharap layanan kesehatan darurat itu bisa terus berjalan hingga banjir benar-benar surut. “Kami di sini akan tetap siaga, setidaknya sampai warga benar-benar pulih,” tuturnya.

Sementara itu, Asri dan Suhartono, warga RW 3 Tambakrejo, tampak mengantre giliran periksa.

“Amanlah, walau masih sedikit tergenang. Di dalam rumah masih 20 – 30 sentimeter,” ujar Asri. 

Ia sempat mengeluh pusing dan lemas. “Kepalanya pusing, Mas. Karena banjir ini enggak bisa kerja, sudah lima hari di rumah terus,” imbuh Suhartono. 

Diakui, selain obat, petugas juga rutin membagikan nasi bungkus dan vitamin bagi warga. “Ya baguslah, pokoknya ada perhatian. Cuma ya kalau bisa, banjirnya jangan terus-terusan begini. Kasihan warga, kerja terganggu, badan pun sakit semua,” ucap Suhartono lagi. 

Warga lain, Maskana, dari RT 6 RW 1, mengaku masih terjebak genangan setinggi 30 sentimeter di depan rumahnya.

“Dapat obat salep gatal, Mas. Badan gembrges, masuk angin. Nunggu dokter dari tadi,” katanya sambil tersenyum getir.

Asri yang juga pengurus LPMK Kelurahan Tambakrejo, mengungkapkan, dari pantauan petugas kelurahan, hampir seluruh RW di Tambakrejo masih tergenang air, terutama RW 5 dan RW 9. Sementara RW 4 yang letaknya lebih tinggi mulai mengering.

Sementara itu, warga berharap pemerintah segera menuntaskan persoalan banjir tahunan ini. “Tolonglah, biar enggak tiap tahun begini. Kalau banjir bisa diatasi, kesehatan, ekonomi, semua ikut aman,” harap Suhartono. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#Genangan #OBAT #spbu #gayamsari #kaligawe #Salep #PUSKESMAS