RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pengisian jabatan kosong ditingkat eselon II atau kepala OPD, mulai dilakukan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Kamis (23/10).
Total ada sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama dilantik untuk mengisi jabatan kosong, dan dilakukan pergeseran jabatan.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Wali Kota Semarang Nomor P/1096/800.1.3.3/X/2025 tentang Pengangkatan dan Penunjukan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang ditetapkan pada 22 Oktober 2025.
Agustina mengatakan, pelantikanini dilakukan untuk mengisi sejumlah posisi strategis yang sempat kosong, sekaligus menjadi bagian dari proses pergeseran dan pembinaan karier aparatur.
"Pelantikan pada hari ini juga untuk mengisi kekosongan jabatan. Setelah ini masih ada tahapan berikutnya, Kepala BKPP akan menyampaikan perencanaan serta time frame untuk pengisian jabatan selanjutnya," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (23/10).
Dia meminta kepada para pejabat baru agar tiga hal utama selalu dipegang dalam bekerja, yaitu inovasi, integritas, dan pelayanan publik yang optimal. Apalagi Ibu Kota Jateng kini bergerak menuju kota perdagangan dan jasa.
"Tidak semua urusan bisa selesai hanya dengan administratif dan APBD. Mereka harus berinovasi. Selain inovasi, tentu menjaga integritas. Dan yang terakhir, jangan takut melakukan hal-hal yang memang seharusnya dilakukan. Pelayanan kepada masyarakat harus jadi yang utama," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono menjelaskan Pemkot mulai menerapkan sistem Manajemen Talenta Berbasis Aktivitas Intelijen atau Mata Si Intel dalam proses pengisian jabatan, baik di level pimpinan tinggi pratama, administrator, maupun pengawas.
Sistem ini lanjut Joko telah mendapatkan izin resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.
"Kota Semarang menjadi daerah yang mendapat izin langsung dari BKN untuk menerapkan sistem manajemen talenta berbasis aktivitas intelijen. Ini bentuk apresiasi pemerintah pusat atas inovasi kita," paparnya.
Dia menjelaskan, sistem ini akan digunakan untuk pengisian jabatan di semua level, termasuk untuk lurah, kepala bidang, dan kepala seksi yang posisinya kosong karena pensiun atau mutasi.
"Regenerasi itu pasti. Setiap bulan ada yang pensiun, dan itu harus segera diisi agar pelayanan tidak terhenti,"jelasnya.
Joko menyebutkan, saat ini terdapat delapan jabatan eselon II yang tengah kosong, di antaranya, Dishub, Disdik, Bapenda, Kominfo, Dinsos, Diaperkim, RSWN dan dalam waktu dekat. Selain itu Dinas Perindustrian yang kepala dinasnya akan pensiun per 1 November mendatang.
Dengan penerapan Mata Si Intel, Pemkot Semarang berharap mampu memperkuat sistem merit ASN sekaligus menjadi contoh inovasi tata kelola SDM di tingkat daerah.
"Kami berharap proses pengisian berjalan cepat dan transparan, dengan tetap menjunjung asas profesionalitas dan kinerja," pungkasnya. (den)