Delapan Kreak di Semarang Ditangkap Kaitannya Penyerangan Tiga Orang di Jalan Soekarno Hatta Semarang
Salah satu pelaku penyerangan di jalan Sukarno Hatta diamankan anggota Jatanras Polrestabes Semarang
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak delapan orang pria diamankan anggota Jatanras Polrestabes Semarang.
Mereka diduga terlibat kasus pengeroyokan tiga orang pengendara motor di Jalan Sukarno Hatta, Palebon, Kecamatan Pedurungan, Minggu (10/8/2025).
Informasi yang diperoleh, ada delapan orang yang diamankan, Senin (11/8/2025) dinihari. Mereka rata-rata warga Palebon.
Salah satunya bernama RZ, dan DD. Selain itu juga disita satu sepeda motor diamankan diduga sebagai sarana.
RZ dan DD diduga berperan aktif melakukan pengeroyokan terhadap tiga orang dan salah satunya meninggal dilokasi kejadian.
Sementara enam orang lainnya hanya ikut gerombolan bersama RZ dan DD mengendarai sepeda motor.
Menanggapi hal tersebut, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Kita amankan beberapa orang, masih kita dalami dulu," ungkapnya singkat kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/8/2025).
Baca Juga: Pengakuan Korban Kecelakaan Truk Angkut Alat Berat Timpa Rumah di Gombel Lama Semarang
Namun demikian, Andika belum bersedia membeberkan secara gamblang terkait motif dan identitas pelaku tersebut.
Menurutnya sekarang ini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim Polrestabes Semarang.
"Untuk pelaku masih kita periksa, supaya terungkap siapa-siapa para pelaku utamanya," tegasnya.
Korban dalam kejadian ini masing-masing bernama Agus Febrianto, 23, meninggal dilokasi kejadian dengan tragis. Mukanya penuh luka hingga berdarah-darah.
Sementara, dua korban lainnya, Fariz Akbar Fauzi, 22, mengalami luka berat. Kemudian, Rachmat Fajar Tri Antoro, 27.
Baca Juga: 5 Fakta Truk Trailer Bermuatan Crane Alat Berat yang Mengalami Rem Blong di Turunan Gombel Lama
Tiga orang korban ini merupakan pekerja salah satu warung makan Lamongan di Jalan Sukarno Hatta.
Sekarang, kondisi dua korban luka masih menjalani perawatan medis di rumah sakit di Kota Semarang.
Johan, majikan dari tiga orang korban ini mengaku, tidak mengetahui secara persis kejadian tersebut. Pihaknya mengetahui kejadian ini setelah mendapat telpon dari kepolisian.
"Itu karyawan saya. Dia keluar mau mencari makan nasi pecel di Tlogosari. Terus di jalan itu tiba-tiba diserang, ya mungkin kreak-kreak," bebernya.
"Jadi taunya saya dapat telpon dari Polrestabes Semarang, enggak tau dari mana dapatnya nomer saya," lanjutnya.
Johan juga dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan. Informasi yang diperoleh, kepolisian juga telah berhasil mengindentifikasi para pelaku pengeroyokan tersebut.
"Pas malam itu saya dipanggil, ya istilahnya sudah mendapat gambaran para pelakunya. Tadi saya juga dapat info ada yang sudah diamankan, tapi masih menunggu perkembangan berikutnya," katanya.
Pihaknya berharap kepolisian menuntaskan kasus yang menimpa tiga orang pekerjanya. Para pelaku juga dihukum seberat-beratnya, setimpal sesuai dengan perbuatan jahat yang dilakukannya.
"Dua orang yang luka masih kritis di rumah sakit. Kalau yang meninggal itu dilakukan otopsi, mukanya itu banyak luka, ya mungkin dibacok," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, tiga orang ditemukan tergeletak di ruas Jalan Arteri Sukarno Hatta, Palebon, Kecamatan Pedurungan Minggu (10/8/2025) sekitar pukul 03.00.
Tiga orang korban masing-masing tergelatak di aspal di tepi jalan. Kondisinya sangat mengenaskan. Bagian kepalanya juga banyak mengeluarkan banyak darah.
Salah satu korban juga meninggal dilokasi kejadian. Informasi yang diperoleh, korban meninggal bernama Agus Febrianto, 26, warga Rejosari, Semarang Timur.
Sementara, dua orang mengalami luka. Salah satu korban luka bernama Faris Akbar, 22, warga Pulokulon, Kabupaten Grobogan. Korban luka juga berdarah-darah bagian kepala.
Informasi yang beredar, para korban ini berkerja disebuah warung makan disekitaran lokasi. Awalnya korban berboncengan tiga mengendarai motor Yamaha Jupiter Z milik majikannya.
Ketika melintas di depan FIF group, Jalan Arteri Sukarno Hatta, korban tiba-tiba diserang pegendara motor tak dikenal yang keluar dari gang perkampungan.
Baca Juga: Anggaran Gaji dan Tunjangan Bagi Para Pensiunan PNS Disetujui, Inilah Rinciannya Naik 12 Persen
Diduga, korban diserang pelaku ada yang menggunakan senjata tajam. Selanjutnya, pelaku meninggalkan lokasi. Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian ini, langsung melapor ke kepolisian.
Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit guna guna mendapat perawatan medis. Sedangkan korban meninggal dievakuasi ke kamar jenasah guna keperluan lebih lanjut.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena membenarkan adanya temuan kejadian ini. Menurutnya, temuan kejadian ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
"Ya, apakah itu tawuran atau apa, informasi saat ini pengeroyokan. Korban tiga orang, dua luka dan satu meninggal," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (10/8/2025).
Namun, pihaknya belum bersedia membeberkan identitas para korban. Menurut alasannya, sekarang kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap temuan kasus ini.
"Nanti kita sampaikan lebih lanjut lagi. Ini masih pendalaman dulu. Ini masih kita kumpulan cctv dulu," katanya.
Wakasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Aris Munandar juga menyampaikan sama, masih melakukan penyelidikan.
"Ini masih didalami, penyebabnya belum diketahui. Korban luka belum pada sadar, jadi belum bisa dimintai keterangan. Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara sama Rumah Sakit Wongsonegoro," imbuhnya. (mha)