RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di tengah gempuran budaya luar, masyarakat tetap mempertahankan kearifan lokal.
Salah satunya kirab manten sunat Khas Semarang, di Kampung Tanggungrejo, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Suasana berbeda pada Jumat (13/6) siang. Pukul 14.00, anak-anak, remaja hingga lansia berhamburan ke salah satu rumah warga di Tanggungrejo II. Bukan tanpa alasan, tetapi ada kirab manten sunat.
Adalah Arkana Kenzo, 6 tahun, dan Rahmadhiyva, 10 tahun. Adik dan kakak dari pasangan Isafiono dan Darwati. Mereka dikirab pasca dikhitan dan aqiqah.
Keduanya berpakaian bak raja dan ratu. Masing-masing menunggangi kuda dan diiringi tabuhan drumband mayoret.
Selain itu, puluhan temannya yang biasa mengaji bersama di TPQ Al-Ikhlas Tambakrejo ikut mengiringi. Mereka membawa payung besar dan kembang manggar.
Mereka melewati Kampung Tanggungrejo. Dari Tanggungrejo II, lalu Tanggungrejo IV. Kemudian menuju ke TPQ Al-Ikhlas Tambakrejo yang terletak di Tanggungrejo I.
Selama perjalanan, para warga mengabadikan momen meriah tersebut. Anak-anak pun berebut kembang manggar yang terdapat uang receh.
Sesampainya di TPQ, Arkana Kenzo disambut oleh penabuh rebana. Kenzo kemudian diberi minum teh oleh para pengajar. Dilanjutkan doa bersama.
Perjalanan dilanjutkan keliling Kelurahan Tambakrejo.
Menuju Jalan Purwosari Raya, kemudian Jalan Kaligawe Raya, dan melewati Jalan Masjid Terboyo. Kemudian pulang ke Arkana Kenzo untuk diadakan pengajian.
Sang ibu, Darwati, menjelaskan Kenzo sudah dikhitan setahun lalu. Diceritakan, Kenzo ini sangat ingin dikhitan, karena lihat Upin Ipin.
"Terus ditegur oleh pakdenya, ayo kamu berani sunat tidak, sorenya ayahnya saat pulang langsung dipanggilkan dokter RS Kariyadi untuk dikhitan," jelasnya.
"Saya tidak takut sunat, karena saya pingin kirab naik kuda," celetuk Kenzo di sela-sela wawancara.
Nah, tepat setahun setelahnya, atau tepatnya hari ini (13/4), Kenzo ingin sunat naik kuda dan dikirab.
"Kakaknya Dhyva juga pingin naik kuda, semoga menjadi anak solih dan solihah, anak-anakku," harapnya.
Sementara itu, Pengasuh TPQ Al-Ikhlas Tambakrejo, Siti Saroh, sangat mengapresiasi langkah Darwati dan suaminya. Karena telah menguri-uri budaya manten sunat.
Melalui manten sunat ini, anak-anak lebih semangat lagi mengaji.
"Karena kegiatan ini juga kan sebagai syiar Islam, dan menghilangkan kesan negatif, serta memberi keselamatan terhadap Kampung Tanggungrejo ini," harapnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi