Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kronologi Konflik Warga di Sukorejo Gunungpati Semarang, Spanduk Penolakan Terhadap Keluarga Dias Kuswoyo Ditempel di Wilayah Kampung

Ida Fadilah • Selasa, 10 Juni 2025 | 14:54 WIB
Warga RT 12/RW 05, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati memperlihatkan spanduk atas penolakan kehadiran Dias Kuswoyo, Senin (9/6/2025).
Warga RT 12/RW 05, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati memperlihatkan spanduk atas penolakan kehadiran Dias Kuswoyo, Senin (9/6/2025).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga RT 12/RW 05, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati menolak kehadiran Dias Kuswoyo dan keluarganya.

Spanduk penolakan itu dipasang beberapa titik. Mulai dari gapura, tembok, pohon, dan lainnya.

Konflik warga dengan keluarga Dias Kuswoyo terjadi karena warga mengaku sudah resah dengan tingkah Dias yang kerap melaporkan warga ke polisi tanpa bukti.

Bahkan menurut warga Tim Elang pernah datang ke lokasi akibat laporan dari Dias yang menyatakan warga mabuk-mabukan.

Terakhir, warga dituduh menganiaya Dias dan keluarganya pada 25 Mei lalu.

Serta melaporkan pengrusakan rumah dan CCTV yang dipasang di rumah salah satu kader partai tersebut.

"Kalau dalam pelaporannya Pak Pak Dias ada penganiayaan di wilayah RT kami itu tidak ada sama sekali. Semua itu sudah ada buktinya dan sudah ada saksi-saksi yang melihat di lokasi, tidak ada pengeroyokan," kata salah satu warga, Agung Pramasto alias Bajang ditemui di lokasi, Senin (9/6/2025).

Bajang sendiri juga pernah dilaporkan ke polisi. Juga beberapa warga lain ada yang dilaporkan melakukan pemalakan, premanisme, pesta miras dan perencanaan jahat.

Bajang mengatakan apa yang dilaporkan Dias adalah palsu. Pasalnya tidak ada bukti.

Oleh karenanya warga menolak kehadiran Dias sekeluarga karena membuat resah.

"Kami menolak dengan keras saudara Dias dan keluarganya karena merusak kerukunan kami dan bikin resah," tambahnya.

Saat kejadian, lanjut Bajang, dirinya juga berada di lokasi. Namun, tidak terjadi penganiayaan seperti laporan di Polda Jawa Tengah.

Ia mengaku hanya ada cekcok mulut antara warga sama mereka. Tujuannya warga klarifikasi atas laporan-laporan yang dilayangkan ke pihak kepolisian.

"Jadi warga akhirnya tidak terima karena warga sudah disangkut pautkan, dilaporkan ke kepolisian, mencemarkan nama baik warga," imbuh Bajang.

Hal senada juga disampaikan oleh Wardaya. Bermula karena membela kakaknya dan mengatakan jika Dias Kuswoyo sudah tidak diakui sebagai warga di RT 12 RW 05, ia menerima perlakukan arogan dari Dias Kuswoyo.

Pukulan tidak hanya satu kali, namun dua kali pada awal bulan Mei 2025 lalu sekitar pukul 15.10 WIB. Atas kejadian itu, Dias pun sudah dilaporkan secara resmi ke kepolisian.

"Sudah Saya laporkan secara resmi, cuma belum ditindaklanjuti. Padahal sudah ada visum, saksi sudah datang semua, cuma dipanggil dua kali mangkir," ucap dia.

Dalam berita sebelumnya, Dias mengaku sekeluarganya di Jalan Dewi Sartika Timur 14, RT 12 RW 05, menjadi korban penganiayaan.

Ada lima orang yang mengalami luka-luka, di antaranya bahkan ada yang dirawat di rumah sakit. Dias mengaku dipukuli oleh puluhan orang Minggu (25/5/2025) sore.

Istri Dias, Yulistyowati menjelaskan, dirinya mengalami memar di kaki dan nyeri di beberapa bagian tubuh.

Anaknya, BYP mengalami luka di bagian belakang kepala dekat telinga, dan STYS mengalami memar dan nyeri di tangan kirinya.

Dias lantas memperlihatkan bukti visum yang akan menjadi bukti adanya penganiayaan ini di Polda Jawa Tengah. (ifa/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Sukorejo #Gunungpati