Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Persen Raya Ambles, Akses Warga Gunungpati Terancam

F
Jalan Persen Raya di RT 1 RW 6, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, tak lagi utuh. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Jalan Persen Raya di RT 1 RW 6, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, tak lagi utuh. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 

Advertisement

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jalan Persen Raya di RT 1 RW 6, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, tak lagi utuh. Sebagian badan jalan ambles, retak memanjang, menyisakan ruang sempit bagi kendaraan yang nekat melintas. Di jalur penghubung vital itu, warga kini bertaruh dengan risiko setiap hari.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (9/4) pagi, kondisi jalan berada di kontur perbukitan dengan kemiringan cukup tajam. Lebarnya hanya sekitar dua meter. Di sisi luar, tanah penyangga terlihat tergerus, menyisakan tepi yang rapuh. 

Sejumlah batu putih dan timbunan tanah tampak diletakkan seadanya, yakni penanganan darurat agar akses tetap terbuka. Tak ada saluran air yang memadai, membuat aliran hujan langsung menghantam badan jalan.

Advertisement

Ruas ini menjadi jalur penting menuju kawasan Tinjomoyo sekaligus alternatif ke kampus Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang. Sejak jalur penghubung rampung, lalu lintas kendaraan meningkat. Namun kondisi jalan justru kian tergerus.

Sariyah, 56, warga setempat, mengatakan kerusakan dipicu hujan deras yang turun tanpa jeda. Tanah yang terus-menerus diguyur air menjadi lembek dan tak mampu menahan beban.

Advertisement

"Kalau hujan dua hari terus, langsung longsor. Kemarin itu hujan sehari semalam, malamnya langsung ambles dari atas sampai bawah," ujarnya.

Ia menyebut tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah muncul sebelumnya. Bagian bawah jalan lebih dulu terkikis air, sebelum akhirnya runtuh total. Minimnya drainase memperparah kondisi.

"Air dari atas semua larinya ke sini, tidak ada selokan. Jadi ya terkikis terus," keluhnya.

Diakui, warga pun bergerak sendiri. Jalan ditambal dengan tanah, batu, hingga karung penahan agar kendaraan masih bisa lewat. "Kalau tidak ditambal sendiri, mungkin sudah tidak bisa dilewati," imbuhnya.

Di tengah kondisi itu, harapan warga sederhana, yakni jalan diperbaiki secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Terutama dengan pembangunan drainase agar aliran air tak lagi merusak badan jalan. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Dari Korban PHK hingga Berangkat Umrah, Bluebird Jadi Keluarga Kedua Budi Prasetyo

Berawal dari korban PHK. Budi menemukan keluarga kedua di Bluebird. Ia bisa bangkit kembali mengais rezeki untuk keluarga. Selain itu juga bisa menyekolahkan anaknya dengan beasiswa dan juga mengumrahkan kedua orang tua.

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukung UMKM Perluas Pasar, JNE Semarang Juga Salurkan Bantuan ke Panti Wredha

Dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui layanan pengiriman. JNE juga berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan sekaligus membangun kolaborasi bisnis dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Saling Tantang di Medsos, Pemuda 19 Tahun Jadi Tersangka Tawuran Maut di Semarang

Perkembangan tawuran Genuk Semarang, 26 Oktober 2026: polisi menetapkan tersangka berusia 19 tahun dan mengungkap dugaan pemicu dari DM Instagram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer