Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sudah Mulai Ada yang Live TikTok, Tapi Banyak Pedagang Pasar Johar Semarang yang Masih Mengandalkan Penjualan Offline

Figur Ronggo Wassalim • Selasa, 27 Mei 2025 | 16:25 WIB
Salah satu pedagang pakaian di Johar Tengah memanfaatkan live tik tok untuk menggaet pelanggan dan memanfaatkan dunia maya. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 
Salah satu pedagang pakaian di Johar Tengah memanfaatkan live tik tok untuk menggaet pelanggan dan memanfaatkan dunia maya. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG 

RADARSEMARANG.ID - Sepinya Pasar Johar tidak membuat para pedagang putus asa. Sejumlah pedagang bahkan turut merambah online shop dan memanfaatkan media sosial. Di lantai satu Johar Selatan misalnya, ada pedang yang live tiktok.

Mereka merupakan karyawan toko yang merupakan Generasi Z. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pedagang berharap Pasar Johar kembali hidup.

Mereka tak segan menjajakan pakaian kepada calon pembeli. "Ibu, menghadap sini, ibu. Ini kami sedang live. Ibu masuk tiktok," ujar salah satu karyawati Amanda Rizky

Arifin, owner toko baju Amanda Rizky, sangat optimis antusiasme masyarakat berkunjung ke Pasar Johar.

"Kami ingin tetap eksis berjualan, sehingga mencoba online, dan live tik tok juga," ujarnya.

Koran ini juga memantau lantai dua Johar Tengah. Beberapa pedagang keperluan rumah tangga. Seperti wajan, panci, dan bolo pecah lainnya. Para pedagang jenuh menunggu pengunjung.

"Saya hanya offline, tidak online. Karena sales langsung datang ke sini, dan repot kalau online. Sejak pagi jam 8 sampai siang jam 12, belum ada pembeli ke sini," jelas salah satu pedagang Nur.

Seorang pembeli di Johar Tengah lantai 2, Sugiono, mencari termos jumbo. Karena tidak ada di online.

"Johar ini kan komplet, barang di online kadang-kadang tidak sesuai gambar. Di Johar ini kan bisa memilih, bisa lihat langsung, dan bisa nawar," ujarnya.

Ia berharap, penjualan online ditertibkan. Banyak acara di Johar yang melibatkan para pedagang. Sehingga, pasar menjadi ramai.

Salah seorang pedagang jam dan kacamata, Jamilah, mengungkapkan Pasar Johar saat ini masih sepi. Apalagi ada maraknya penjualan online. 

Dulu, banyak sekali pengunjung yang datang ke pasar. Seperti menjelang puasa dan banyak copetnya juga.

Berbanding terbalik dengan sekarang. Puluhan lapak tutup, ada yang libur, ada yang diberikan ke saudara.  

"Pembeli lebih memilih online, karena memudahkan. Tetapi, bagi kami itu sangat merepotkan. Apalagi kalau ke pasar langsung takut kemahalan," jelasnya.

Padahal, di Pasar Johar tidak terlalu tinggi harganya. Kualitasnya pun bagus. "Kan bisa ditawar juga," ujarnya.

Ia sangat mengeluhkan pengeluaran pedagang yang cukup banyak. Seperti listrik, retribusi, dan lainnya. "Kami berharap kepada pemerintah kembalikan keramaian pasar kami yang dulu, untuk masyarakat ayolah beli ke pasar," akunya.

Saat hujan, Pasar Johar Tengah dan Utara terasa dingin. Air hujan masuk melalui celah-celah atap atau orang Jawa menyebutnya dengan tampias. (fgr/fth)

Editor : Baskoro Septiadi
#pedagang #live TikTok #pasar johar semarang