RADARSEMARANG.ID, Semarang - Beberapa postingan media sosial di Kota Semarang, ramai mengunggah driver ojek online (ojol) yang menjadi korban order fiktif.
Salah satunya di akun @infokejadiansemarang, Selasa (13/5).
Diketahui driver ojek online dari Gojek mendapatkan order fiktif puluhan box nasi ayam KFC.
Saking ramainya, informasi tersebut diposting oleh akun instagram @lambeturah pada Selasa (13/5) bahkan disebutkan banyak terjadi orderan fiktif yang diterima ojol Semarang.
Menurut keterangan dari video, banyak ojol yang menjadi korban order fiktif.
Dalam video akhirnya makanan tersebut disumbangkan ke panti asuhan.
“Kena fiktif starbucks, kue bandung, sijine McD, Mixue. Sing pesen mbangeti. Iki neng Dr Cipto masih ada orderan fiktif,”ujar salah satu ojol.
Dikonfirmasi terpisah, Strategic Regional Head Gojek Jabar, Jateng & Yogyakarta, Farid Isnawan mengaku sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi.
Setelah menerima laporan, Gojek segera melakukan investigasi dan menonaktifkan akun pelaku order fiktif tersebut untuk mencegah kerugian lebih lanjut bagi mitra driver maupun masyarakat.
“Dapat kami sampaikan bahwa pihak yang menerima pesanan tanpa pernah melakukan pemesanan melalui aplikasi tidak perlu menerima atau melakukan pembayaran atas pesanan tersebut. Laporan dapat disampaikan melalui mitra driver yang kemudian akan meneruskannya kepada kami melalui aplikasi mitra driver,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Semarang Selasa (13/5) petang.
Farid mengaku terus memperkuat edukasi kepada para mitra terkait prosedur penanganan order fiktif, serta menegaskan pentingnya memastikan keabsahan pesanan sebelum melanjutkan proses pengantaran.
Gojek kata dia, memberikan kebijakan bagi mitra driver yang mengalami pesanan fiktif, Gojek akan mengganti kerugian tersebut secara penuh agar Mitra tidak mengalami dampak finansial
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak dalam ekosistem Gojek, serta melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” pungkasnya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi