Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Peringati Haul Sholeh Darat, Ulama di Semarang Usulkan Jadi Pahlawan Nasional

Adennyar Wicaksono • Kamis, 10 April 2025 | 01:32 WIB
Peringatan Haul Sholeh Darat ke-125 dilakukan di Lapangan Garnisun, Rabu (9/4) petang
Peringatan Haul Sholeh Darat ke-125 dilakukan di Lapangan Garnisun, Rabu (9/4) petang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Peringatan Haul ke-125 KH. Sholeh Darat, digelar lebih meriah di tahun ini salah satunya dengan diselenggarakannya kirab budaya dan pengajian akbar, Rabu (9/4).

Para ulama di Kota Semarang, memiliki misi untuk mengusulkan Sholeh Darat mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Ketua Panitia, Syaiful Bahri, menjelaskan pada tahun sebelumnya peringatan haul dilakukan sederhana dengan pengajian di makam yang ada di Kawasan Bergota.

Tahun ini diselenggarakan berbda, lantaran Sholeh Darat merupakan maha guru ulama nusantara, dimana pendiri NU ataupun Muhammadiyah, Hasyim Asya’ri dan Ahmad Dahlan pernah menjadi murid dari Sholeh Darat.

“Selain itu ada RA Kartini, ketiganya sudah diangkat menjadi pahlawan nasional. Kita gunakan haul ini sebagai momentum agar generasi sekarang mengenal beliau, serta mendapatkan gelar pahlawan nasional yang sudah melahirkan ulama di nusantara,” katanya disela-sela kirab budaya.

Rahul sapaannya, menjelaskan dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, ada 15 kitab yang dibuat Sholeh Darat diajdikan acuan ulama.

Menurut dia, pengusulan gelar pahlawan nasional ini sangat pantas diberikan kepada Sholeh Darat.

“Harapannya bisa diangkat sebagai pahlawan nasional, saat ini sedang digodog pengusulannya. Harapannya bisa disengkuyung bareng ulama dan pemerintah,” tambahnya.

Adapun kirab sendiri, diikuti 100 mobil dengan jumlah peserta 1.500 orang. Rute kirab, dimulai dari Lapangan Garnisun - Tugu Muda – Jalan Pandanaran - Simpang Lima - Jl. Pahlawan - Jl.Veteran -Kalisari finish Lapangan Garnisun.

“Ada pengajian akbar juga yang digelar di Lapangan Garnisun,” pungkasnya.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Santri Ndalan Nusantara (Sandal), Muhammad Nurul Huda mendorong pemerintah bisa menjadikan Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional, apalagi sebelumnya tokoh pendiri NU dan Muhammadiyah dan RA Kartini pernah nyantri.

“Adanya usulan pahlawan nasional, kami sangat mendukung karena memang sudah sepantasnya. Bahkan tiga murid beliau sudah dijadikan pahlawan nasional,” tambahnya.

Adapun haul secara besar-besaran ini kali pertama digelar dan mendapatkan dukungan dari Pemkot Semarang.

Kedepan dia berharap agar haul bisa jadikan agenda rutin, bahkan bisa mendatangkan wisatawan ke kota Semarang.

 “Acara ini digelar untuk mengenang jasa beliau, harapannya haul ini dijadikan haul akbar, apalagi beliau tokoh besar,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi usuaha ulama untuk menjadikan sosok Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional.

Jasa beliau, kata dia, dirasakan semua golongan umat Islam di nusantara dan menjadi teladan bagi banga Indonesia.

“Sebuah kewajiban mengenang jasa beliau, ilmu yang diberikan bisa dijadikan pegangan dalam berbangsa dan bernegara serta membangun Kota Semarang,” tambahnya.

Terkait usulan sebagai pahlawan nasional, mantan Sekda Kota Semarang ini mengaku sudah diinisiasi dua tahun lalu.

Harapannya pemerintah pusat bisa memberikan gelar tersebut kepada Sholeh Darat, nantinya akan digelar symposium untuk memperkuat bukti pengusulan tersebut.

“Akan ada symposium, bu Wali juga sudah berkomunikasi dengan sahabatnya di Leiden Belanda sebagai dasar mendorong bukti-bukti beliau layak menyandang gelar pahlawan nasional,” pungkasnya. (den/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Sholeh Darat Semarang #haul