Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Arus Balik Diprediksi Terjadi Minggu 6 April 2025

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 3 April 2025 | 19:03 WIB
Di Gerbang Tol Banyumanik, Arus Lalin Arah Solo Meningkat Dibandingkan Jakarta.
Di Gerbang Tol Banyumanik, Arus Lalin Arah Solo Meningkat Dibandingkan Jakarta.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Pada H+3 Lebaran Hari Raya Idul Fitri 2025, arus lalu lintas pemudik di Gerbang Tol Banyumanik Kota Semarang lebih cenderung meningkat ke arah Solo.

Dari data Trans Marga Jateng (TMJ) pada Rabu 2 April 2025, kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Banyumanik mencapai 47.276 kendaraan ke arah Solo.

Sedangkan arus balik ke arah Jakarta berkisar 42.253 kendaraan.

Direktur Utama TMJ, Prajudi menyampaikan arus balik diprediksikan terjadi pada Minggu, 6 April 2025.

"Arus balik kami prediksikan terjadi pasa Minggu, 6 April 2025, dimana jumlah kendaraan keluar gerbang tol banyumanik akan sama dengan yang masuk," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (3/4) pagi.

Arus lalu lintas di GT Banyumanik Kota Semarang pasa arus mudik mencapai 1.830 juta kendaraan.

Sedangkan hingga pada arus balik arah Jakarta masih relatif sedikit dibandingkan arah menuju Solo.

"Arah menuju Solo masih relatif banyak dari kemarin (Rabu, 2 April 2025), mencapai 47.276 ribu kendaraan yang masuk, sedangkan arah jakarta 42.253 ribu yang keluar," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini TMJ menambahkan rest area di kilometer 445, dimana sebelumnya hanya terdapat 2 rest area.

"Tol Solo-Semarang hanya ada 2 rest area, kini kita rambah rest area fungsional di kilometer 445," jelas Prajudi.

Lebih lanjut, TMJ akan menambah 20 gardu pada arus balik lebaran Idul Fitri 2025. "Kita menambahkan 20 gardu, yakni 6 gardu utama, 8 gardu reversibel dan 12 gardu satelit," paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, arus di GT Banyumanik masih tergolong ramai lancar, rencana akan dilakukan one way lokal, jika melihat Traffic Accounting dari arah Ungaran.

Dirlantas Polda Jateng Brigadir Jenderal Sonny Irawan mengatakan, Dirlantas bersama Jasa Marga Trans Marga Jateng melakukan evaluasi arus mudik dan arus balik.

Berdasarkan data yang dimiliki, untuk arus mudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah dari Gerbang Tol Kalikangkung mengalami peningkatan 5,8 persen dari 2024 lalu yang dihitung H-7 sampai dengan H+3 lebaran.

Karena memang tahun ini mengalami anomali atau perbedaan tahun lalu. Jika tahun lalu, pada H+1 sampai H+3 tidak terlalu ada lonjakan signifikan.

"Tetapi tahun ini, Cikatama hingga Trans Jawa Tengah mengalami lonjakan signifikan," jelasnya.

Baik dari Kalikangkung, Banyumanik hingga Tol Solo-jogja, terdata 450 ribu yang masuk ke Jawa Tengah pada 2024. Tahun ini, 480 ribu kendaraan atau 5,8 persen.

Selain itu, di Tol Solo-jogja pada arus mudik ada H-1 sampai H-7 tidak mengalami lonjakan traffic counting di jalur Polanharjo Klaten, Prambanan, dan Taman Martani, di angka 500 an.

Pada H+1, H+2, dan H+3 mengalami peningkatan signifikan jika digabungkan di exit Prambanan dan Taman Martani hampir 1400 an.

Sedangkan Klaten - Jogja terdapat hambatan kecil, kendati diminimalisir dengan stakeholder, dan volume kendaraan yang datang di wilayah timur, barat, Solo Raya yang berwisata ke Yogyakarta membuat keterlambatan di arteri.

Keterlambatan di tol dilakukan rekayasa. Pertama, apabila GT Prambanan interching 1,8 sampai dengan lintasan sebidang sudah padat, dan antrean sampai 1 kilometer, pihaknya akan menutup GT Prambanan. Dialihkan ke Klaten.

Kemudian normalisasi arteri Prambanan setelah itu, dibuka kembali. Nanti Klaten penuh, kita tutup keluarkan Polanharjo.

Sementara persiapan arus balik, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB), one way akan dilakukan pada Kamis 3 April 2025, pukul 14.00. Kendati demikian, ada klausul melihat dinamika di lapangan. Kakorlantas menyampaikan akan melakukan flag off di Kalikangkung pada 6 April 2025 pukul 09.00.

Adapun persiapan di wilayah hukum Polda Jateng, nantinya seluruh kendaraan dari Timur, Selatan akan berkumpul di Jawa Tengah dan menuju ke wilayah Barat. Pihaknya menyampaikan cara bertindak di Jawa Tengah.

Pertama, melihat traffic account di wilayah selatan, yakni Solo-jogja, di wilayah timur dari Jawa Timur, dan Aglomerasi di Jawa Tengah akan kembali ke wilayah Barat.

Jika nanti di GT Banyumanik ini dan tol Solo-jogja mengalami peningkatan cukup padat, maka akan dilakukan one way lokal secara bertahap. Pertama, dari wilayah Ungaran sampai dengan Banyumanik.

Jika meningkat lagi akan sampai ke Kalikangkung. Jika arus meningkat lagi akan ke 42 Bawen.

Jika arus meningkat lagi akan ke 456 Tingkir. Itu one way lokal yang akan difasilitasi kebangkitan arus dari wilayah Timur, selatan maupun aglomerasi.

Sementara dari Kalikangkung sampai Brebes sifatnya situasional melihat dinamika lapangan. Jika meningkat, akan dilakukan one way secara parsial.

Sementara jalur arteri pada arus mudik dan balik ini di Jalur Pantura Brebes - Rembang aman lancar roda dua dan roda empat.

Jalur selatan lancar meskipun ada tanggul jebol di Kebumen, jalur tengah juga aman. Yang mendapat perhatian di exit tol Pejagan sampai Bumiayu.

Khusus balik nantinya, pihaknya berharap masyarakat dipersilahkan untuk melewati Jalur Selatan. Namun, ada rekayasa diterapkan.

Beberapa cara bertindak, jika di Bumiayu kepadatan ekornya sampai 2 kilometer sampai Ajibarang, maka arus menuju Ajibarang dialihkan menuju ke wilayah Pemalang, Radudongkal dan Purbalingga.

Karena kemarin mudik kita lakukan penutupan Tol Pejagan sampai satu jam ke wilayah Pemalang. Karena dari Barat ke Pejagan cukup tinggi.

Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengedepankan keamanan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri dan cukup istirahat.

Dibanding tahun lalu, kejadian mengalami penurunan, bahkan tidak ada yang menonjol di tol Jawa Tengah.

Pihaknya masih melihat indikator traffic account, sehingga untuk menentukan one way lokal. Karena melihat traffic accounting tol Solo-jogja, traffic accounting GT Banyumanik, dan kondisi realita kepadatan arus. Dan memperhatikan jalur aglomerasi.

Pada 3 April 2025, terjadi perimbangan antara mudik dan balik. Seperti di Kalikangkung, ada 2200 kendaraan yang masuk dan 1900 - 2000 yang keluar. Di GT Banyumanik, akan dilihat arus mudik dan arus balik hingga pukul 12.00.

Sebenarnya, sudah terjadi arus balik. Namun, terdapat anomali dibandingkan tahun lalu. Di tahun H+1 hingga H+3, tidak ada lagi yang mudik, tetapi tahun ini masih ada yang mudik di wilayah Jawa Tengah dari Cikatama hingga Trans Jawa Tengah.

Titik kepadatan jelas berubah. Dilihat arus mudik dari GT Kalikangkung, jika kepadatan tinggi, akan dilakukan one way lokal di tol Semarang dilakukan. Sementara arus balik dilihat dari tol Solo-jogja dan Ungaran, serta Banyumanik. Kalau kepadatan meningkat, otomatis yang mengarah ke Kalikangkung akan dilakukan one way.

Jalur selatan terjadi perlambatan, karena bencana alam di daerah Klupuk hingga tidak bisa dilalui. Upaya pengalihan arus, termasuk jalur Kebumen, dari Cilacap - Yogyakarta mengalami gangguan.

Peningkatan kepadatan kendaraan signifikan terjadi di tol 5,8 persen. Kejadian mengalami peningkatan hingga 29 persen. Sehingga dipersiapkan untuk arus balik. Termasuk arteri, personel dan rambu-rambu. (fgr)

Editor : Tasropi
#gerbang tol banyumanik #Polda Jateng #arus balik #Hari Raya Idul Fitri 2025 #arus mudik #gerbang tol kalikangkung